Survei Kompas dan Prospek Kemenangan PKS

Oleh Iko Musmulyadi#

SURVEI Litbang Kompas terbaru menempatkan PKS diurutan ke 6 dengan angka 4,5%. Dari hasil 4,5% itu terbagi 40,3% swing voters (masih bisa berubah) dan 59,7% strong voters (sudah mantap, tidak akan berubah).

Survei tersebut setidaknya menunjukkan 8 point menggembirakan bagi PKS:
Pertama, jika dibandingkan hasil survei Kompas pada pemilu sebelumnya (2014) dimana saat itu Kompas menyajikan data perolehan PKS hanya 2,2% sehingga terancam tidak lolos ambang batas Parlemen yang saat itu 3,5%. Nyatanya perolehan suara PKS di pemilu 2014 cukup bagus, 6,8%. Lompatannya lebih dari 3 kali hasil survei. Jadi, sementara, hasil survei Kompas jelang pemilu 2019 ini menjadi tanda-tanda baik bagi PKS.

Kedua, hasil survei Kompas ini sudah barang tentu memantapkan, meyakinkan, dan memastikan PKS menjadi salah satu partai yang sukses melewati ambang batas parlemen sebesar 4%. Di saat beberapa lembaga survei lainnya seringkali mengganjar PKS di bawah angka 4%.

Ketiga, jika rumusnya konsisten, dimana bahwa selalu dari pemilu ke pemilu perolehan suara PKS lebih tinggi 3 sampai 4 kali lipat dari prediksi lembaga survei. Maka, pemilu 2019 ini sangat berpotensi PKS bisa melampaui target 12%, insya Allah.

Keempat, jika diperbandingkan 2 kali survei Litbang Kompas, pada Oktober 2018 dan Maret 2019 itu, yang menarik adalah bahwa PKS mengalami kenaikan yang paling tinggi (sebesar 1,2%) dibandingkan partai berbasis massa Islam lainnya, yaitu dari 3,3% menjadi 4,5%. Sementara PKB hanya naik 0,5%, PAN naik 0,6%, PPP turun 0,5%, dan PBB stag di angka 0,4%. Saya meyakini dengan sisa hari ke depan trend kenaikan PKS akan semakin tinggi.

Kelima, pengembangan kasus-kasus korupsi oleh KPK yang melibatkan para petinggi PPP dan PKB jelang pemilu ini tentu akan menggerus atau menurunkan tingkat elektabilitas partai.  Serta pada saat yang sama berefek pada beralihnya suara ummat Islam ke partai Islam lainnya. PAN dan PKS akan berbagi limpahan suara.

Keenam, swing voters 40,3% menunjukkan keberhasilan PKS menggaet suara diluar basis massa PKS. Cara kampanye PKS yang unik dan atraktif menjadi daya tarik tersendiri dan menyedot perhatian massa diluar PKS. Flashmob atau freezemob misalnya cukup memberikan pengaruh bagi popularitas partai. Sementara program unggulan lainnya, Program Peduli 40 Tetangga (P40TANG), berperan meningkatkan elektabilitas partai. Kader langsung menyasar kantong-kantong suara di masyarakat untuk bersilaturahim mengenalkan dan menjelaskan PKS. Setiap kader wajib memastikan 40 hijau. Serta janji-janji kampanye PKS sebagai politik gagasan, yang terbukti menyentuh dan didukung banyak lapisan masyarakat.

Ketujuh, swing voters 40,3% itu menjadi tantangan tersendiri bagi PKS, karena cukup labil terhadap perkembangan isu atau opini yang diarahkan ke PKS. Oleh karena itu, sisa hari ke depan ini PKS jangan lengah. Beruntung PKS memiliki kader-kader yang militan dan familiar dengan dunia sosmed. Kader-kader PKS harus lebih menggencarkan serangan udara dan menguasai sosial media. Pro aktif menangkis serangan negatif terhadap partai dan kadernya, maupun terus memviralkan pemberitaan positif dan meyakinkan publik seluas-luasnya bahwa PKS adalah partai yang layak dibela, layak diperjuangkan, dan layak dicoblos pada 17 April 2019 nanti.

Kedelapan, kaitan antara hasil survei kompas dengan program unggulan P40TANG sebagai cara bertetangga kader-kader PKS yang memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan elektabilitas PKS. Sebelum digulirkan program P40TANG hasil survei Kompas pada Oktober 2018 perolehan PKS 3,3%. Dan setelah digulirkan P40TANG mulai Desember 2019, hasil survei Kompas di bulan Maret 2019 elektabilitas PKS naik menjadi 4,5%.

Untuk diketahui, hasil survei 4,5% ini ditengah capaian kinerja P40TANG yang baru 63,27% partisipasi dan rasio 21. Maka, saya meyakini lompatan suara PKS dari 4,5% menjadi 12% atau lebih, bisa tercapai dengan meningkatkan kerja keras kader, memompa tingkat partisipasi P40TANG hingga menjadi 100% dan rasio 40.  Sisa-sisa hari ke depan adalah fokus menang, fokus closing, fokus penghijauan, fokus peningkatan elektabilitas. Wallahu’alam.

#penulis Iko Musmulyadi adalah manajer P40TANG DPP PKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *