Fauzan Divonis Dokter Berumur Hingga 20 Tahun

JAKARTA – eksplore.co.id – Winih Utami Prestiwati tak percaya dengan dokter yang memvonis anaknya, Fauzan (11) hanya bisa bertahan hidup hingga umur 20 tahun. Sebab, dia meyakini, umur ada di tangan Tuhan.

“Pas bangun tidur, tiba-tiba gak bisa bergerak, langsung dibawa ke RS Fatmawati. Saat dicek semua, ternyata kena DMP atau pelemahan otot, dan dokter bilang gak ada obatnya, paling cuma therapy,” kata Tami.

“Dokter udah vonis Fauzan umurnya gak lebih dari 20 tahun  karena pelemahan otot itu dan lama-lama menjalar ke otak,” ungkap janda anak tunggal ini.

Waktu lahir, dia normal hingga duduk ke kelas empat sekolah dasar di kawasan Bintaro. Yang bisa dilakukan sang ibu adalah membawa anaknya ke therapis yang jauh dari rumahnya. Karena faktor ekonomi, therapy pun tidak bisa rutin. Ke mana-mana, anak laki-laki semata wayangnya itu harus digendong.

“Sebagai ibunya saya gak pernah nyerah dan putus asa karena saya yakin umur Allah yang atur bukan vonis dokter, makanya sampai sekarang saya tetap semangat mengurus Fauzan,” tutur perempuan berkerudung itu.

Ditinggal Suami
Cobaan yang dialami Tami memang bertubi-tubi.  Sejak tahun lalu, ayah Fauzan juga sakit-sakitan. Bahkan harus cuci darah. Dan, tiga bulan lalu meninggal dunia. Tentu saja Tami butuh uluran tangan untuk meringankan beban hidupnya, dan terutama  mengupayakan kesembuhan buah hatinya. Dia pun meninggalkan nomor ponselnya, 081283210954 dan nomor rekeningnya BSM 7095855398.

Fauzan kini tergolek di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Jakarta Selatan. Tubuhnya mulai mengurus. Kabar terakhir, Jumat (29/3/2019), siswa kelas 4 sekolah dasar itu dalam keadaan tak sadarkan diri. Menunggui anaknya di rumah sakit, Tami lebih sering ditemani seorang kemenakannya. (ba1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat