Jadikan Kopsis Sebagai Laboratorium Ekonomi

BANDUNG – eksplore.co.id – Pemerintah berharap koperasi siswa (kopsis) dapat dijadikan sebagai laboratorium ekonomi, khususnya dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa. Karenanya, pelajaran tentang koperasi harus masuk dalam kurikulum pendidikan di semua jenjang.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Talkah Badrus dan Direktur Pusat Inkubasi Bisnis dan Kewirausahaan (Institut Manajemen Koperasi Indonesia (PIBI Ikopin) Indra Fahmi dalsm acara “Literasi Perkoperasian Bagi Pendidikan Nasional” di Bandung, akhir pekan lalu (28-31/2019). Acara itu dihadiri puluhan guru mata pelajaran ilmu ekonomi SMA dan SMK dari berbagai kota di Jawa Barat.

Dalam pengarahannya, Talkah mengungkapkan, koperasi saat ini kurang dikenal di masyarakat. Apa penyebabnya? Karena, ada keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap koperasi. Salah satunya diakibatkan terbatasnya pembelajaran perkoperasian di lembaga pendidikan formal, baik dari SD s/d PT. “Juga keberadaan koperasi siswa maupun koperasi sekolah yang seharusnya sebagai tempat berlatihnya para siswa untuk berkoperasi, belum dilakukan secara optimal,” katanya.

Talkah mengatakan, melalui kegiatan literasi ini diharapkan para peserta yang merupakan guru bidang studi terkait materi koperasi dapat memperoleh pemahaman utuh tentang koperasi. “Nantinya mereka dapat mengajarkan tentang koperasi pada peserta didik dengan mengoptimalkan keberadaan kopsis maupun kopsek sebagai laboratorium belajar berkoperasi,” tuturnya.

Sementara itu, Indra yang juga ketua panitia, mengatakan, aktivitas literasi perkoperasian pendidikan formal ini merupakan perpaduan antara pendidikan, latihan, dan lokakarya. Para peserta mendapatkan materi tentang teori perkoperasian, pemahaman koperasi sekolah dan koperasi siswa. “Saya berharap, koperasi siswa sebagai laboratorium ilmu ekonomi,” katanya.

Acara ini meliputi sesi lokakakarya. Sebelumnya, kegiatan diawali dengan diskusi kelompok, kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel. Menurut Indra, out put lokakarya tersebut berupa upaya mengintegrasikan keberadaan koperasi siswa sebagai wadah kepentingan ekonomi siswa dengan praktek kewirausahaan pada mata pelajaran ilmu Ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 28 Maret di Hotel Gumilang Regensi Bandung ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Dinas Koperasi & Usaha Kecil JaBar serta Dinas Pendidikan. (ba02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat