Perayaan May Day 2019 Diharapkan Dapat Memberikan Pesan Positif Untuk Menarik Investor

Oleh Sarman Simanjorang#

TANGGAL 1 Mei 2019 merupakan May Day atau Hari Buruh Internasional yang telah ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional sejak tahun 2013. Lazimnya Hari Buruh tidak lepas dari demonstrasi yang dilakukan para Serikat Pekerja/Buruh untuk menyampaikan berbagai aspirasinya. Sejak ditetapkan sebagai hari libur nasional sampai saat ini hari buruh di Indonesia masih diwarnai dengan aksi turun ke jalan yang terkesan kurang produktif. Tapi semuanya kembali ke pengurus SP dan SB. Dunia usaha berharap agar hari buruh jauh dari nuansa politik dan yang paling penting mampu memberikan kesan positif kepada calon investor bahwa kondisi perburuhan kita sangat kondusif dan produktif.

Paska Pilpres dan Pileg kita menantikan para Investor untuk merealisasikan investasinya di Indonesia. Tentu mereka butuh stabilisasi politik, keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, insentif pajak, termasuk kondisi buruh yang jauh dari demonstrasi dan pemogokan.

Untuk itu kita sangat berharap agar peringatan hari buruh tahun ini kalaupun dilakukan aksi turun ke jalan agar dapat berjalan aman.nyaman ,sejuk,tenang penuh persatuan. Sehingga para investor dapat menilai bahwa peringatan hari buruh di Indonesia sangat kondusif dan tidak mengkawatirkan.Sinyal positif yang harus disampaikan pada hari buruh tahun ini adalah bagaimana Serikat Pekerja dan Serikat Buruh memiliki komitmen untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia para pekerja kita di era revolusi industry 4.0 sehingga memiliki daya saing dan semakin produktif. Kita harus mampu menyesuaikan kualitas SDM tenaga kerja kita dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan variatif.

Menyangkut kesepakatan para ketua Umum Serikat Pekerja dan Serikat Buruh dengan Pemerintah saat bertemu Presiden Jokowi di istana Bogor pada hari jum,at 26 April 2019 yaitu merevisi PP No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan sejauh kepentingan bersama antara pengusaha dan Pekerja prinsip pengusaha mendukung. Yang jelas semua kebijakan yang menyangkut ketenagakerjaan harus mengedepankan kepentingan bersama,tidak boleh ada kebijakan yang berpihak dan merugikan sepihak. Harapan kami jangan ada kebijakan ketenagakerjaan jangan dipolitisir. Selamat merayakan Hari Buruh kepada para pekerja Indonesia. (*)

#Sarman Simanjorang, Wakil ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, anggota Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta, dan Anggota LKS Tripartit Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat