Dengan Bazar Ramadhan, KoIN Canangkan Digitalisasi Warung

DEPOK – eksplore.co.id – Menyambut Ramadhan 1440 Hijriyah, Toko Indonesia (KoIN) mengadakan bazar dan sembako murah bagi warga Depok. Acara itu digelar di kantor KoIN di Jalan Proklamasi 10C, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, Depok, Sabtu (4/5/2019).

“Ada 13 paket sembako kami siapkan untuk bazaar ini yang meliputi 4 jenis harga yaitu paket Rp25 ribu, Rp50 ribu, Rp75 ribu, dan Rp100 ribu,” kata CEO KoIN Devy Erna Rachmawati. Paket–paket tersebut terdiri dari bahan sembako seperti; beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, kecap, mie instan, susu, teh, kopi, dan makanan ringan.

KoIN menyediakan bahan-bahan dari merek produk yang sudah terjamin kualitasnya. Sebagai perusahaan berbasis retail, KoIN ingin memberikan pelayanan yang terbaik dengan menyediakan berbagai bahan sembako dan kebutuhan sehari-hari. Harga yang dipitok pun dapat dijangkau
segala kalangan.

“Acara bazaar sembako murah ini sekaligus untuk memberikan pelayanan KOIN Toko Indonesia kepada masyarakat sekitar Depok dan sekitarnya. Mengingat kecamatan Sukmajaya merupakan lokasi pertama KOIN Toko Indonesia memulai usaha, yaitu digitalisasi warung–warung atau toko kelontong,” kata Devy lagi.

KoIN  berharap, dengan bazaar sembako murah ini, selain membeli paket sembako,  masyarakat dapat mengikuti Program Digitalisasi Warung yang dikemas dengan tema “Back to Warung Movement”.  Dengan makin maraknya pasar online, kata Devy, KoIN menawarkan program modernisasi warung atau toko kelontong sekaligus memanfaatkan teknologi digital bagi pemilik warung maupun para pembelinya. .

Dengan aplikasi di smartphone, seluruh rangkaian pembelian akan ditangani langsung oleh KOIN, meliputi pemesanan barang sampai proses pengantaran barang. “Tentunya dengan kebiasaan digital masyarakat saat ini, aplikasi KOIN Toko Indonesia memberikan kemudahan kepada konsumen dan juga menaikkan value toko tradisional,” kata Devy yang juga ketua Kadin Komite Indonesia-Jepang ini. 

Diungkapkan pula, tiga tahun yang lalu, market share dari warung tradisional mencapai 84%, kini sudah turun menjadi 54%. “Penyebabnya adalah mereka tidak bisa bersaing dengan mini market-mini market yang ada saat ini,” ujar Devy.

Melalui aplikasi KoIN, Ko-UMKM, konsumen dapat membeli produk UMKM.  Servis lainnya, KO-Pulsa untuk pembelian pulsa elektronik, KO-Bills untuk pembayaran PLN, PAM, BPJS Kesehatan dan lain-lain, KO-Travel untuk pembelian tiket pesawat, hotel, kereta api, kapal laut, bus, travel umroh, dan lain-lain.

Aplikasi ini juga merekrut mitra driver untuk mengantar pesanan dengan biaya antar hanya Rp2.500 dan cakupan operasi per kecamatan. Ko-IN didukung oleh beberapa mitra antara lain Bank BNI Syariah, Bank Permata Syariah, Bank Muamalat, DOKU, LazizMU, BMT Muhammadiyah, Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia, Asosiasi Aliansi Indonesia, Hidayatullah, para pelaku UMKM Indonesia, serta para prinsipal perusahaan. (ba-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *