Perkuat Konsolidasi Anggota, BTM Pekalongan Dirikan Kantor Pusat

PEKALONGAN – eksplore.co.id- Setelah melakukan merger 12 Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) di Kabupaten Pekalongan, akhirnya BTM Pekalongan mendirikan kantor pusat baru di kecamatan Kajen – Pekalongan – Jawa Tengah. Dengan didirikannya kantor pusat baru tersebut, maka konsolidasi dan integrasi jaringan BTM se Pekalongan bisa dipusatkan di kantor pusat. Demikian pernyataan Ketua Induk BTM Achmad Suud, dalam keterangan tertulisnya usai peresmian pembukaan kantor pusat BTM Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu 16 Juni 2019. Acara itu dibarengi dengan pengajian akbar dan silaturahim Muhammadiyah Pekalongan. Hadir Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas.

Lebih lanjut, Suud menjelaskan, keberadaan kantor pusat BTM Pekalongan menjadi strategis, apalagi gedungnya sangat luas dengan tiga lantai. “Dengan demikian keberadaan dari kantor pusat BTM Pekalongan sekaligus sebagai kebanggaan bagi anggota BTM dan warga Muhammadiyah Pekalongan,” ujarnya.

Fungsi kantor pusat BTM Pekalongan bukan hanya sekadar sebagai pusat pelayanan dalam transaksi keuangan saja. Tapi, kantor tersebut memiliki multi fungsi. Bisa dimanfaatkan oleh anggota BTM dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), seminar ekonomi syariah dan edukasi anggota dalam penguatan dan pengembangan BTM. Untuk itu, Achmad Suud berharap, agar manfaat dari kantor pusat BTM bisa dimaksimalkan.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam kata sambutannya di acara peresmian kantor pusat BTM Pekalongan menuturkan peran dan fungsi BTM Pekalongan banyak dirasakan banyak oleh masyarakat Pekalongan. Hal ini nampak pada pertumbuhan ekonomi di Pekalongan selama ini, secara makro, kinerja keuangan Kabupaten Pekalongan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa Laju Percepatan Ekonomi sebesar 5,35% lebih tinggi dari capaian tahun 2017 yang 5,28% dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan Rp15,435 miliar dan Dapat ditingkatkan hingga mencapai 3,08 atau lebih rendah 0,93% dari tahun 2017.

Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut Asip Kholbihi menyakini, salah satu faktornya karena keberadaan BTM di Pekalongan yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) selama ini. “Untuk itu kami akan selalu sinergi dengan BTM dalam membangun kabupaten Pekalongan,” tandasnya.

Pilar Ketiga Muhammadiyah

Pengembangan BTM yang dilakukan oleh Muhammadiyah di seluruh Indonesia, menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas, diyakini sebagai wujud konkret dalam pengembangan pilar ketiga Muhammadiyah yaitu ekonomi. Hal ini dibuktikan dan telah dirasakan oleh seluruh warga Muhammadiyah manfaat BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah. “Terkait dengan hal itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mendukung penuh upaya – upaya yang dilakukan oleh Induk BTM dalam membangun jaringan BTM diseluruh tanah air,” terang Anwar.

Untuk membumikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah dalam mendirikan satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) satu BTM, Anwar Abbas mendukung diselenggarakan event nasional BTM yang diselenggarakan di Pekalongan, Jawa Tengah yang akan dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan PDM seluruh Indonesia. Dengan event tersebut bagi PWM dan PDM yang belum punya BTM dapat dijadikan sebagai sarana belajar secara langsung, bagaimana mendirikan BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah.

Kepercayaan terhadap BTM saat ini sudah banyak diperoleh, bahkan pemerintah seperti Kemenkop UKM, Kemenkeu, KNKS, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan BTM dalam menjalankan program pengembangan UMKM. Begitu juga dengan perbankan syariah dan asuransi syariah juga melakukan hal yang sama agar BTM kuat dalam menjalankan operasionalnya. “Kita berharap agar BTM ke depan menjadi lembaga keuangan yang tangguh dan kuat dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional,” tandas Anwar Abbas. (ba2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *