BTM Siap Jadi Pusat Keuangan Muhammadiyah

MALANG – Eksplore.co.id –  Ketua Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM)  Achmad Suud mengatakan, BTM siap menjadi pusat keuangan syariah Muhammadiyah. Dengan adanya BTM sebagai pusat keuangan, maka dana keuangan Muhammadiyah yang berasal dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan warga Muhammadiyah tak akan ke mana-mana, dan memiliki manfaat besar  terhadap pengembangan ekonomi Muhammadiyah dan bangsa.

“Bahkan dengan menempatkan dana di BTM secara otomatis menempatkan BTM sebagai cash management keuangan Muhammadiyah,” ujar Suud dalam acara Pelatihan Perkoperasian Syariah, hasil kerjasama Induk BTM dengan  Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM di Malang, Jawa Timur, Jumat (21/6/2019). Pelatihan diikuti para pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se Jawa Timur.

Sangat beruntung, lanjut Suud, jika tiap – tiap PDM memiliki BTM, hal ini memudahkan dari segi kemandirian ekonomi dan dakwah dalam mengembangkan pilar ketiga. Hal itu, ungkapnya,  sudah menjadi fakta bahwa setiap daerah yang memiliki BTM sangat cepat sekali  pergerakan dan pertumbuhan ekonominya, baik AUM dan warga.

Suud berharap, ke depan agar BTM juga sebagai pioner dalam menumbuhkan Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) secara alami.  Hal ini dikarenakan BTM adalah lembaga keuangan berbasis koperasi yang bertujuan sebagai akses permodalan dan menumbuhkan semangat kewirausahaan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan menegaskan, untuk mewujudkan BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah, pihaknya akan terus mensosialisasikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah atau GMM  dalam menumbuhkan satu PDM satu BTM. Ini juga merupakan mandat Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Surat Edaran 004.

Dalam strategi sosialisasi tersebut, Agus mengungkapkan, Induk BTM akan mengajak mitranya yaitu pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM untuk sosialisasi dan pelatihan perkoperasian syariah atau BTM di seluruh jaringan Muhammadiyah di berbagai daerah.

“Alhamdullilah semua itu sudah dilakukan di pulau Jawa dan Sumatera. Selanjutnya akan ke pulau Kalimantan atau daerah lain yang berkeinginan mendirikan BTM,” paparnya.

Kabid Peningkatan Kurikulum dan Modul Deputi SDM Darmiati mewakili Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi kerjasama pelatihan koperasi syariah dengan Induk BTM. Hal ini tak lepas dari kesiapan dalam pelaksanaan dan out put pelatihan yang selalu ditindaklanjuti dengan pembentukan BTM baru. Realitas ini menurutnya sesuai dengan target dan misi pelatihan koperasi syariah selama ini.

“Untuk menyempurnakan kegiatan kedepan, kami akan terus bersama Induk BTM untuk terus berkerjasama terutama dalam penguatan materi, silabus dan metodologi teaching sehingga pelatihan – pelatihan selanjutnya akan selalu berkualitas,” terangnya. (cb1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *