Terganjal Zonasi, Putri Seniman Yogya ini Terancam Tak Bisa Masuk di SMPN

YOGYAKARTA – Eksplore.co.id – Iskandar Hardjodimoeljo (57) merasa nelangsa. Putri sulungnya Azwa Sabrina Acantya terancam tak bisa melanjutkan bersekolah di SMP negeri terdekat sesuai dengan aturan zonasi.

‘Kalau harus bersekolah di swasta kami tak mampu, makanya kami berharap bisa di sekolah negeri, tapi faktanya nama anak saya tak masuk daftar di sekolah terdekat pilihannya,” tutur Iskandar yang juga seniman pelukis wayang asal Yogyakarta,, kepada Eksplore.co.id, pekan ini (25/6/2019).

Yang dia tak bisa menerima kenyataan adalah, nasib teman Azwa yang berasal dari sekolah dasar yang sama, yaitu SD Masjid Syuhada, Kecamatan Kotabaru, Yogyakarta. Nilainya di bawah Azwa, justru diterima di sekolah pilihan pertama, SMPN 5. Selain SMPN 5, Azwa juga menjatuhkan pilihan keduanya SMPN 1 dan pilihan ketiganya SMPN 15.

Iskandar tercatat tinggal di Jalan Bimasakti, Kampung Sapen, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Berapa jarak antara rumah dengan sekolah pilihan anaknya? Dari Tanda Bukti Pengajuan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019-2020, jaraknya dengan SMPN 5 hanya 1,582 kilometer, jarak dengan SMPN 1 sejauh 1,89 kilometer, dan 1,65 kilometer.

Tidak diterima SMPN 5, Azwa juga tidak tidak terdaftar di SMPN 1 dan SMPN 15. “Ternyata sistem zonasi tidak adil. Masih di satu kecamatan tapi tidak juga diterima. Mau ke swasta tidak punya biaya,” kata Iskandar, dalam bahasa Jawa.

Kisah ini miris. Tak sebanding jerih payah yang selama ini sudah dikerjakan Iskandar. Saat ini Iskandar tinggal di dekat bantaran Kali Ciliwung (Bacili), Tebet, Jakarta Selatan. Dia banyak menginisiasi warga setempat agar kampung itu  mau berbenah agar tidak kumuh. Pria yang beristrikan Aswatun Khoiriyah ini juga mengajarkan melukis dan membuat wayang dari barang bekas. Juga membuat lukisan kaca.

Iskandar juga beberapa kali mengadakan pameran lukisan wayang di dalam maupun di luar negeri. Di Bangkok malah diminta memberikan kursus melukis wayang selama brberapa minggu. Pesertanya bahkan ada yang profesor. Bersama para seniman dari India, Iskandar menggelar pameran di Monas Jakarta untuk menyambut kedatangan Perdana Menteri India ke Jakarta pada November 2018 lalu.”Saya juga memamerkan layang-layang berukuran besar yang bergambar tokoh pewayangan di Monas,” tutur Iskandar, teman naik gunung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini. (ban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *