Terapkan GCG, KO-IN Ingin Cepat Listing

JAKARTA – Eksplore.co.id – Walaupun masih seumur jagung, Toko Indonesia (KO-IN)  berupakan merebut ceruk pasar ritel di Indonesia. Bahkan, satu saat nanti, KO-IN yang berada di bawah bendera PT Ritel Global Solusi (RGS) akan listing atau melantai di bursa saham menjadi perusahaan publik (terbuka).

“Kuncinya adalah dengan serius menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance /GCG),” tutur CEO PT RGS (KO-IN) Devi Erna Rachmawati, di Jakarta, Rabu (10/7/2019). 

Prinsip-prinsip yang mendasari tata kelola perusahan yang baik adalah transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran. Dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, kata Devi, tentunya akan meningkatkan nilai ekonomi jangka panjang bagi perusahaan. Dan, akan banyak investor yang tertarik dengan bisnis yang dijalankan Ko-IN.

Saat ini, KO-IN merupakan perusahaan penyelenggara market place khususnya warung digital, yaitu menghubungkan para milik warung pembeli dengan penjual menggunakan aplikasi digital. KO-IN juga menyediakan barang kebutuhan warung tersebut.

Saat perusahaan berkembang pesat dan membutuhkan modal besar,  inilah kesempatan untuk menjual saham (listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Contoh sukses listing di saat perusahaan masih berusia muda adalah PT Envy Technologies Indonesia (ENVY). Listing ENVY menandai perusahaan ke-23 yang bergabung ke BEI pada 2019.

Awalnya, saham perdana ditawarkan pada harga Rp370 per lembar.  Dalam hitungan detik sejak pencatatan saham di BEI Senin (8/7/3019), harga saham pun melesat tajam hingga di posisi Rp555 per lembar saham dalam hitungan detik. Pada kesempatan itu, ENVY melepaskan sebanyak 33% total saham yang dimilikinya.

Perolehan dana dari penawaran saham perdana ENVY ini akan digunakan sebagian untuk program sistem integrasi informatika, sistem integrase telekomunikasi, penelitian dan pengembangan. ENVY

Sebelumnya, Direktur Utama ENVY Mohd Sopiyan mengatakan, tujuan dari pencatatan saham di BEI adalah agar dapat memberikan alternatif investasi yang lain kepada publik dalam mendorong perseroan untuk lebih baik lagi mendukung good corporate governance.

“KO-IN dengan keyakinan besar dapat pula mengikuti jejak induk perusahaannya untuk melepas sahamnya ke publik,” kata Devi lagi. (ba1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *