Proyek Bisnis Tugu Koperasi Diharapkan Selesai 2021

PURWOKERTO – Eksplore.co.id – Ini termasuk proyek prestisius di perinngatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72. Sejumlah koperasi yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia (Forkom-KBI) siap merevitalisasi kawasan Tugu Koperasi yang ada di Tasikmakaya, Jawa Barat (Jabar). Dan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga pun merestui sekaligus meresmikan proyek itu bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil,  Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid,  Ketua Forkom-KBI Iwan Setiawan, dan Bupati Banyumas Achmad Husein, sehari sebelum peringatan Harkopnas pada 12 Juli 2019, di Purwokerto, Jateng.

Iwan menjelaskan, rencananya, groundbreaking dilakukan pada Desember 2019 dan selesai pada 2021. Bahkan, Ridwan Kamil pun bersedia menjadi arsitek proyek itu. Gagasan pembangunan kawasan bisnis Tugu Koperasi dalam bentuk hotel dan mal terebut muncul setelah pertemuan dengan Menteri Puspayoga yang mengajak Forkom-KBI melakukan gebrakan monumental menandai kebangkitan gerakan koperasi di tanah air.
“Menteri juga mengundang kami melihat langsung Tugu Koperasi di Tasikmalaya yang ternyata kondisinya sangat memprihatinkan. Aset koperasi tidak terpelihara padahal di tempat itu Kongres Pertama yang dihadiri oleh 500 patriot koperasi,” kata Iwan yang juga Ketua Pengawas Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama.

Iwan menjelaskan, kawasan Tugu Koperasi kelak menjadi wajah baru yang menunjukkan citra Koperasi Indonesia yang hebat dan maju. Di atas lahan seluas hampir 1 ha itu akan dibangun hotel bintang 4 dan kawasan bisnis. Di mal itulah produk UMKM lokal akan diprioritaskan.
“Pembangunan kawasan Bisnis Tugu Koperasi tidak hanya bernilai komersial, juga ada idealisme dan gotong royong,” tegas Iwan.

Dari rancangan yang dibuat, proyek itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 200 miliar yang dihimpun dari partisipasi koperasi. Untuk itu, Forkom-KBI akan membentuk koperasi sekunder dengan nama Koperasi Perisai Karya Anak Bangsa. Koperasi-koperasi diajak bergabung sebagai anggota dengan partisipasi simpanan pokok Rp 10 juta dan simpanan wajib Rp 25 juta. Diperkirakan return of investment (RoI) sebesar 13-14 persen dengan BEP pada tahun ke delapan. (ay1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *