PIBI Ikopin Berdayakan Koperasi Sektor Riil

SUMEDANG – Eksplore.co.id – Pusat Inkubator Bisnis & Kewirausahaan Institut Perkoperasian Indonesia (PIBI Ikopin) berhasil menginisiasi Koperasi Warga Tani Pantastik Sumedang. Koperasi tersebut bergerak di bidang budidaya tanaman hanjeli. Koperasi itu berhasil mengolah biji hanjeli menjadi beras dan tepung hanjeli berikut makanan olahannya.

Beberapa aktivitas pendampingan yang dilakukan PIBI Ikopin. “Di antaranya adalah inisiasi pembentukan koperasi, pelatihan jati diri koperasi, pendampingan pengolahan hanjeli beserta pengemasan, pendampingan akses pasar, hingga aspek permodalan,” kata Direktur PIBI Ikopin Indra Fahmi, kepada Eksplore, Selasa (16/7/2019).

Saat ini, kata Indra, PIBI Ikopin sedang melakukan penguatan pada Koperasi Lele Mandiri (Koplema). Budidaya (ternak) ikan lele merupakan salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Lele adalah salah satu ikan tawar yang paling diminati masyarakat Indonesia. Menjalankan bisnis ikan lele pun tidak sulit, karena lele termasuk ikan yang mudah didapatkan dan cara perawatannya pun lebih mudah dibanding jenis ikan lainnya.

“Inilah yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas peternak/pembudidaya Lele yang tergabung dalam Koplema,” kata Indra lagi. PIBI Ikopin mencoba membantu merealisasikan visi Koplema yang akan menjadikan koperasi ini mampu mewadahi dan mensejahterakan para petani ikan lele.

Koplema memiliki beberapa misi. Di antaranya, melakukan pelatihan secara berkesinambungan untuk memberikan pemahaman tentang budidaya ikan lele dan ikan air tawar lainnya. Koplema mengkoordinasi para petani lele khususnya yang ada di Jawa Barat. Koperasi yang diketuai Suandi Juhud ini juga memberikan pelatihan tentang cara budidaya ikan yang baik (CBIB).

Koperasi yang berkantor di Jalan Siliwangi 308, Kuningan, Jawa Barat itu juga berupaya meningkatkan bargaining position supaya harga lele di petani tidak terlalu murah.

Misi Koplema ingin memudahkan para petani dalam mendapatkan pasokan benih secara berkelanjutan dan pangsa pasar  yang kontinyu. “Kini, Koplema yang didampingi PIBI IKOPIN sedang berupaya menghimpun para peternak/pembudidaya Lele yang tersebar di berbagai kota di Jawa Barat antara lain Kab/Kota Cirebon, Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka dan Sumedang,” tutur dosen Ikopin ini.

Sebagai langkah awal, PIBI Ikopin bekerja sama dengan UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian, Dinas Koperasi Usaha Kecil Jawa Barat, memberi pembekalan kepada 25 peternak lele yang dikemas dalam bentuk Pelatihan Perkoperasian Bagi Anggota Koperasi Pembudidaya Lele Mandiri (Koplema) Indonesia”.

Pelatihan ini telah diselelenggarakan 9-12 Juli 2019. Adapun Materi yang diberikan oleh tenaga ahli/pendamping dari PIBI Ikopin serta dari Koplema sendiri. Metodologi pelatihan berupa andragogi atau pendidikan orang dewasa (ceramah, simulasi dan diskusi). Peserta tentu saja berpendapat, pelatihan sangat bermanfaat dan positif bagi para pengurus dan anggota Koplema yang mengikuti pelatihan. (ba2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *