Para Pelukis Wayang Pamerkan ‘Punokawan’ di Omah Petroek

YOGYAKARTA –Eksplore.co.id – Ingat punokawan, ingat foto bersama Prabowo dan Jokowi saat makan sate di FX Plaza, Sudirman, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019 lalu. Keduanya duduk dengan latar belakang gambar wayang Togog dan Punokawan.

Nama “Punokawan” dijadikan judul pameran para pelukis wayang yang terhimpun dalam kelompok Topobroto di Omah Petroek, di Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Pameran diadakan 15-28 Juli 2019. Anggota Topobroto yang ikut memajang lukisannya antara lain; Iskandar Hardjodimuljo, Sudjadijono, Dwi Mukti Wibowo, Agus Nuryanto, Wibowo, dan Aryo Bimo.

Pameran ini, bermaksud kembali mengingatkan peran punokawan dalam pewayangan untuk mengedukasi masyarakat di era milenial. “Kami berharap seni lukis wayang dapat mengisi imajinasi masyarakat akan peran rakyat dalam tingkah laku yang berbudi pekerti luhur seperti yang dicontohkan oleh leluhur kita, sekaligus sebagai penceria kehidupan,” kata  Dwi Mukti Wibowo, ketua Topobroto Society.

Para perupa itu ingin mengeksplorasi wayang kulit, wayang beber, wayang wong, maupun wayang golek. Iskandar, yang pernah berpameran tunggal lukis kaca di Bangkok, menggarap tiga lukis kaca dan dua seni rupa layang-layang. Bahkan dalam seni rupa layang-layang ini Iskandar sangat piawai memainkan warna, Sehingga pada tahun 2017 Iskandar berhasil meraih juara 1 di event internasional yg diikuti 16 negara. Banyak pengamat beranggapan bahwa lukis kaca Indonesia sedang mati suri.

Tapi Iskandar tetap gigih dan ingin membuktikan bahwa lukis kaca Indonesia menggeliat bangkit. Bahkan lukis kacanya melampaui pakem lukis kaca konvensional dengan penguasaan tehnik yg kadang mengejutkan. Perupa asal Jogja ini dalam lukis kacanya tetap konsisten menjadikan wayang sebagai obyek lukisannya.

Namun ia berusaha keluar dari pakem dengan menggabungkan antara wayang kulit, wayang gedog, wayang beber, wayang krucil, wayang sasak, dan wayang sadat. Bahkan Iskandar melukisi wayang golek  secara eksperimental, termasuk meninggalkan motif dekoratif seperti yang kita jumpai di setiap wayang konvensional.  “Dia piawai menorehkan warna segar sebagai suguhan karya yang artistik,” kata Dwi.

Iskandar sendiri membebaskan unsur dan alur cerita wayang menjadi unsur kritik sosial seperti “Pesta pora para Sengkuni”. Anggota Himpunan Pecinta Alam Indonesiia (HPAI) “Panorama” ini juga mengkritik kerusakan alam lewat karya.

Bagaimana pelukis yang lain? Agus Nuryanto mencoba berekspresi dengan wayang yang kekinian sesuai generasi milenial. Dia berusaha mengolah wayang beber dan wayang kuli menjadi visualisasi yang apik dengan warna yang teduh dengan nuansa alam. Dia juga mengubah dekorasi rumah-rumah kuno menjadi menawan dan bahkan cenderung nakal sebagai bagian dari generasi muda. Sudjadiono lain lagi. Dia berusaha membebaskan persepsi ruang dengan dimensi visual wayang secara cermat tanpa cacat. Obyek wayang yang utuh berusaha dia kaburkan dengan sedemikian absurdnya. Semua fipoles dengan pilihan warna krom, temaran serta menunjukkan olah rasa yang rileks.

Ketua Topobroto Society Dwi Mukti Wibowo sendiri berusaha menonjolkan wayang yang sedang dimainkan oleh ki dalang. Sehingga, gagang pegangan wayang menyatu dengan wayang seolah sedang dimainkan oleh dalang. Polesan warna-warnanya cenderung gelap dan secercah warna terang yang kembali redup. Wibowo berusaha menghidupkan sosok wayang menjadi penuh wibawa seperti dalam lukisan sang pemomong. Semar tetap dalam warna yang tegas dan sekeliling dengan warna samar. Bowo berusaha tetap berdiri dalam konteks wayang yang utuh.

Lalu, Aryo Bima dengan goresan-goresan tajam berupaya mengeksplorasi keserakahan serta ketamakan duniawi lewat sosok wayang yang berhati bengis. Dia berusaha keluar dari pakem wayang demi ke indahan karya serta kritik sosial yang lebih kena.

Pameran ini oleh Topobroto telah diadakan untuk kesekian kali baik di Jakarta maupun Jogja. Pameran kali ini di buka oleh Thomas Pujo mewakili pemilik Omah Petroek dan kuratori AA Nurjaman. (bani s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *