Dyah Nugrahini: Bisnis Batik Tak Kenal Musim


SOLO – Eksplore.co.id -Mampu membidik  peluang usaha diyakini sebagai bekal para pebisnis yang sukses. Lalu, berani mengambil keputusan dan mencintai pekerjaannya. Itulah resep yang telah diterapkan Dyah Nugrahini SE, owner  DyN Collection, butik batik yang ada di Kampung Beteng, Kota Surakarta atau Solo.

Mbak Dyah, begitu biasa disapa,  memulai usaha batik karena ia melihat, prospek usaha batik sedang bagus-bagusnya. “Saya melihat ada peluang bisnis batik  karena saat ini customer cenderung berpindah ke batik dengan alasan  batik elegan dan bisa dipakai di semua komunitas,” tutur Dyah.

Batik, katanya, bisa dipakai di kantor, belanja di pasar, ke sekolah,  piknik pun juga bisa. “Intinya baju batik bisa menguasai segmen pasar,” katanya.

Bisnis batik juga tidak ada matinya. Sebab, kata perempuan berkerudung ini, pakaian batik juga tidak mengenal musim. Musim kemarau, musim hujan, pagi, siang, malam bisa berbatik ria. Tidak ada namanya musim ramai atau sepi, setiap hari pasti ada yang beli, tinggal bagaimana kreativitas marketing untuk menjualnya. “Sekarang kan sudah canggih, fasilitas sudah ada, seperti sosial media, Instagram (IG), Whatt App (WA), juga FB (Facebook).  Nah bagaimana kita memanfaatkan marketing agar laku,” katanya optimistis.

Apalagi, dagangan di butik DyN Collection dibilang banyak model. Bahan yang dipakai dari kain bermutu. Karenanya kalau dipakai terasa adhem, tidak panas. Jenis batiknya meliputi batik tulis dan batik cap atau printing.

Bagaimana harganya? Tentu variatif. Ada tang Rp 40 ribu, Rp 70 ribu. Ada pula yang Rp 240 ribu. “Kami siap melayani customer dengan ramah dan senyum yang menjadi ikon batik. Pokoknya setelah ke sini, pasti pengen beli lagi,” ujar istri Putra Anggara ini.

Butik DnY Collection lokasinya terletak di pusat kota Solo. Tidak jauh dari Pasar Klewer, Kraton Solo, dan Balai Kota. Dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Terminal Tirtonadi.

Dyah pun buka kartu. Saat ini sudah punya pelanggan dari berbagai daerah di luar Solo. Seperti; Semarang, Blora, Pati, Ngawi, hingga Surabaya. “Sekarang juga banyak pesanan dari luar Jawa seperti;  Kupang (Nusa Tenggara Timur), Manado (Sulawesi Utara), dan Medan (Sumatera Utara),” kata Dyah. (ba1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *