Berdayakan Ekonomi Keluarga, Dosen UPNVJ Kenalkan Aplikasi Pinterest

DEPOK – Ekplore.co.id – Pola pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan perguruan tinggi kini bergeser pada upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat berbasis era industry 4.0. Setidaknya itulah yang dilakukan dosen Program Ilmu Komunikasi FISIP UPNVJ.

Para dosen itu, Damayanti, Yuliani Widianingsih, dan Hermina Simanihuruk, mengemasnya dalam bentuk “PKM Pendampingan dan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Melalui Aplikasi Pinterest Pada Kelompok Ibu-Ibu Persistri Sukmajaya, Depok”, Selasa (6/8/2019) di Masjid Al-Ghiffary, Sukmajaya, Depok.

“Tujuan kami, dengan aplikasi berbasis digital ini, ibu-ibu bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Pinterest merupakan bagian dari era industry 4.0,” kata Damayanti yang memimpin Tim PKM dari FISIP UPNVJ.

Pelatihan yang diberikan berupa latihan membuat aksesoris perempuan dalam bentuk bros. Bahan bakunya kawat dan aneka warna manik-manik. “Aksesoris bros kawat ini merupakan salah satu produk yang mudah dibuat, modalnya kecil, produknya tahan lama, untungnya besar. Alhamdulillah semua antusias dan ingin pelatihan lanjutan,” tutur Damayanti yang juga anggota Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom).

Mantan Kaprodi Ilmu Komunikasi FISIP UPNVJ ini menjelaskan, Pinterest adalah aplikasi digital yang memuat berbagai referensi tentang ketrampilan, keahlian, dan hobi. “Di situ kita bisa mendapatkan berbagai macam produk dan disain yang bisa kita pilih sebagai peluang usaha rumah tangga,” kata alumnus Sekolah Magister IPB ini.

Nantinya, jika ada ibu-ibu yang memulai membuka usaha kerajinan bros, kata Damayanti, mereka juga bisa memanfaatkan model pemasaran digital. “Dengan model pemasaran digital, jelas hemat biaya, waktu, juga toko atau tempat display produk.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Persistri Sukmajaya Maya May Syarah mengaku bersyukur atas diadakannya pelatihan berbasis aplikasi digital. “Kami berharap ibu-ibu anggota Persistri termotivasi mengikuti era digital dalam upaya membuka usaha,” tutur Maya yang juga dosen Universitas BSI ini. (bs3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *