Kapitalisasi Koperasi, Dekopin Didesak Miliki Platform Digital

JAKARTA – Eksplore.co.id – Berada di era digitalisasi industry 4.0, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) diminta tidak mengandalkan uang negara dari APBN. Tapi harus mampu berperan menjadikan gerakan koperasi sebagai gerakan bisnis raksasa atau korporasi. Raksasa, karena jumlah koperasi dan jumlah anggotanya yang besar.

Tuntutan agar Dekopin bebenah diri dan menciptakan gerakan korporasi agar kuat dan menguntungkan anggota terlontar dalam focus discussion group (FGD) bertajuk “Perspektif Wajah Koperasi Era Ekonomi Digital dan E-commerce” yang diadakan Dekopin Pusat di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Acara yang dipandu Direktur Perencanaan, Data, dan Informasi Dekopin Abdul Wahab ini juga dihadiri Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko, staf ahli Menteri Koperasi Teguh Budiyatna, dan para penggiat koperasi lainnya, termasuk akademisi.

Para pelontar tuntutan agar Dekopin dapat mengkapitalisasi koperasi, lebih-lebih di era ekonomi digital antara lain Ketua Majelis Pakar Dekopin Sularso, Ketua Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) Suryo Hadiyanto, Bendahara Koperasi Kredit Sehati Jakarta Hery Iskandar, dan sejumlah anggota Koperasi Forwakop Sejahtera Bersama (Forsema).

Suryo dan Hery bahkan senada mengusulkan agar Dekopin membentuk panitia ad hoc untuk merumuskan, merancang dan mengeksekusi perlunya Dekopin memiliki platform digital. “Saya siap membantu, inSha’Allah dalam enam bulan bisa terwujud,” kata pemimpin Kisel, koperasi karyawan Telkomsel, ini.

Jika sudah bisa memiliki platform digital sendiri, gerakan koperasi akan mampu meraup keuntungan yang sangat besar. “Dari pada menjadi nasabah atau konsumennya pihak lain, lebih baik yang mengkapitalisasi anggota koperasi ya Dekopin sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Suryo mengungkapkan, selama ini kalangan gerakan koperasi bingung dengan adanya dualisme kelembagaan pembina koperasi, Dekopin dan Kementerian Koperasi. “Karena itu, Dekopin harus memperbaiki perannya agar dibutuhkan oleh koperasi dan anggotanya,” kata dia.

Hery menambahkan, potensi transaksi e-commerce di Indonesia cukup besar. Jika pada 3013 mencapai Rp104 triliun, pada 2016 sudah meningkat menjadi Rp261 triliun. Tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp1.700 triliun.

Para pemain raksasa e-commerce antara lain Tokopedia, Blibli.com, bhinneka, Bukalapak, juga OLX. “Kami harap Dekopin bisa mengantar koperasi di Indonesia menjadi pemain e-commerce raksasa,” tutur Hery yang juga pengawas Koperasi Jasa PPRI.

Koperasi Korporasi
Lalu apa kata Sularso, mantan Dirjen Koperasi? Dia ingin Dekopin menaikkan level koperasi. Koperasi primer selevel di atas UKM. “Agar koperasi menjadi besar seperti korporasi, makanya koperasi-koperasi kecil atau gurem, dihapus atau dibubarkan saja,” kata Sularso.

Menurut pensiunan Kementerian Koperasi dan UKM ini, koperasi itu harus besar dilihat dari jumlah anggota dan modal yang dimilikinya. Dia juga sependapat dengan wacana penghapusan kementerian koperasi. Karena itu, pemerintah lebih baik mengoptimalkan peran Dekopin. “Apalagi karena anggaran belanja Kementerian Koperasi cenderung menurun,” ujarnya.

Dalam FGD, Agung Sudjatmoko mengakui untuk mengatasi stigma buruk, maka koperasi butuh transformasi secara radikal, termasuk policy, organisasi, dan sisi bisnisnya. “Koperasi adalah perusahaan yang harus dikelola dengan kaidah ekonomi perusahaan seperti kelayakan bisnis, efisiensi, efektif, unggul, berani bersaing tanpa mitra,” kata Agung yang juga menutup acara ini.

Ketua harian Dekopin ini mengungkapkan setidaknya ada lima upaya mendongkrak koperasi. Yaitu; revitalisasi organisasi dan usaha; transformasi perubahan pola dan strategi usaha; modernisasi manajemen; pemanfaatan IT dan teknologi; serta menaikkan kualitas juga SDMnya.

Pada kesempatan itu, Agung juga menjelaskan, FGD diadakan untuk memberi masukan dalam rangka penyusunan RPJM 2020-2025. Kebetulan, pada Oktober 2019 akan diadakan Munas Dekopin yang salah satu agendanya penggantian pengurus. (bs1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat