Pelatihan Ekspor, Penting Bagi Pelaku UKM

BANDAR LAMPUNG – Eksplore.co.id – Banyak produk UKM yang berkualitas ekspor. Namun kebanyakan mereka tidak tahu bagaimana cara dan prosedur mengekspor barang. Itu sebabnya Kementerian Koperasi dan UKM lebih sering mengadakan pelatihan ekspor.

“Pelatihan ini peluang yang harus dimanfaatkan pelaku UKM. Ini sebagai salah bentuk membangun jejaring,” kata Asisten Deputi Kewirausahaan pada Deputi Pengawasan Kemenkop dan UKM Nasrun Siagian, Minggu (18/8/2019) saat berbicara pada pelatihan ekspor di Bandar Lampung. Pelatihan diikuti oleh para pelalu UKM berpotensi ekspor. 

Materi pelatihan yang diberikan antara lain;  bisnis ekspor, sertifikasi untuk ekspor, penetapan harga jual ekspor, sistem pembayaran ekspor, membuat dokumen ekspor, dan mencari peluang pasar ekspor. 

Nasrun menjelaskan, materi pelatihan yang disajikan sangat penting bagi pelaku UKM yang berpotensi ekspor. Pelatihan juga diharapkan dapat mendorong pelaku UKM agar berani mulai menjajaki pasar luar negeri. Selesai pelatihan yang berlangsung empat hari, pihaknya juga akan membentuk forum diskusi  di antara peserta sebagai tempat berbagi informasi. 

Kemenkop dan UKM juga mendorong secara serius peningkatan ekspor produk UKM. Hal itu diyakini dapat meningkatkan peran UKM sebagai penopang ekonomi nasional. Lebih khusus, meningkatkan peran UKM dalam ekspor nasional.

Sementara itu, salah satu narasumber pelatihan Rudi Cahyadi dari Trading House Berkah Rumah  Dagang Indonesia  mengatakan, kendala utama UKM untuk ekspor adalah minimnya informasi yang mereka ketahui. Itu membuat pelaku UKM tidak punya pengetahuan yang cukup tentang segala hal teknis terkait ekspor. 

Rudi mengungkapkan, negara tujuan ekspor menetapkan standar yang ketat terhadap produk yang akan masuk ke negaranya.  “Untuk pasar Eropa, diberlakukan sertifikasi organik, sertifikat vegan dan free trade certificate. Ini harus diinformasikan karena banyak UKM belum mengetahuinya,” kata Rudi.

Menurut dia, pelaku UKM jika sudah memenuhi semua kriteria, pada tahap awal dapat melakukan ekspor lewat trading house. Lembaga trading house akan mencarikan promosi dan pasar ekspor. Namun ada sejumlah syarat untuk memenuhi kriteria ekspor, yakni packaging (kemasan), harga, merek, lisensi, manajerial, pemasaran, skala atau volume.

“Sangat penting diperhatikan kemampuan ekspor berkelanjutan. Kita tidak ingin, sekali melakukan ekspor, selanjutnya berhenti karena tidak mampu memenuhi permintaan,” tegas Rudi. (bs2)

Foto ist: Asisten Deputi Kewirausahaan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun Siagian saat memberikan arahan dalam acara Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pendamping KUMKM di Bandar Lampung (18/8/2019).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat