UMKM Harus Mampu Rebut Pasar Digital

JAKARTA – Eksplore.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM menyitir data ada sebanyak 171 juta orang pengguna internet di Indonesia. Itulah pasar digital. Karenanya, kementerian itu berharap agar kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa merebut pasar digital tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto menegaskan, pemerintah terus mendorong UMKM di Indonesia untuk masuk ke dunia digital. “Artinya, ini potensi pasar untuk pelaku UMKM bisa masuk ke ekonomi digital. Dan ketika kita sudah masuk ke dunia digital, kita tidak lagi bicara tentang batasan wilayah”, tandas Rulli pada seminar dan workshop bertema “Gojek Wirausaha #GerakanOnlineNusantara – UMKM Kreatif dan Mandiri kreasi Anak Bangsa”, di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Acara itu diselenggarakan enam kementerian dan lembaga, yaitu Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan), bekerja sama dengan Gojek.

Rulli menambahkan, ketika kita berbicara tentang dunia digital, kita berbicara tentang perubahan yang sangat cepat. “Anak-anak muda kita itu perubahannya sangat cepat, ini artinya teman-teman UMKM harus cepat mengikuti selera pasar,” kata Rulli.

Karena itu, dia mengajak pelaku UMKM untuk mengikuti selera pasar. “Yang namanya kreativitas dan inovasi salah satunya ditunjukkan dengan packaging. Kalau bicara packaging itu tidak bicara hanya bungkus. Packaging itu mewakili nilai-nilai sebuah produk dari para UMKM,” tuturnya.

Rulli mengungkapkan, jumlah UMKM di Indonesia lebih dari 63 juta orang. Jumlah itu merata di seluruh wilayah Indonesia. “Kalau UMKM kita ini ini bisa berkembang dan tumbuh dengan baik, pasti yang namanya kesejahteraan ekonomi dan juga pemerataan kesejahteraan itu akan tercapai,” papar Rulli.

Narasumber seminar lainnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyambut baik kolaborasi yang dilakukan Gojek bersama kementerian. “Indonesia sekarang merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat. Potensi ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Indonesia,” ujar Triawan.

Menurut Triawan, UMKM kita bisa terus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Pemanfaatan platform digital saya percaya mampu membuka akses bagi UMK Y7M untuk naik kelas, mulai dari pasar yang lebih luas hingga pengelolaan usaha yang lebih baik. Kami berharap melalui Gojek Wirausaha – Gerakan Online Nusantara ini, UMKM kreasi anak bangsa dapat lebih kreatif dan mandiri,” kata Triawan.

Sementara itu, Chief Public Policy and Government Relations Gojek Group Shinto Nugroho mengatakan, sebagai technology enabler, Gojek berupaya menjawab tantangan yang dihadapi UMKM. Caranya,  dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi kelas dunia dari Gojek.

“Tidak hanya itu, melalui Program Gojek Wirausaha #GerakanOnlineNusantara, Gojek menyediakan paket lengkap bagi UMKM yakni akses pasar yang lebih luas dengan masuk ke ekosistem Gojek, akses ke teknologi melalui platform Gojek sekaligus akses ke peningkatan kemampuan dan pengetahuan dengan pelatihan dan modul,” katanya.

Shinto menjelaskan,  saat ini, di ekosistem Gojek telah hadir tiga super-apps yang salah satunya ditujukan membantu para merchant terutama UMKM mengembangkan dan mengelola usahanya. Kini Gojek berhasil menjadi  perusahaan yang masuk dalam daftar 20 perusahaan yang mengubah dunia versi majalah Fortune.

Gojek pun menyitir riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI). Riset itu menyatakan bahwa kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp55 triliun dengan asumsi 100% mitra aktif. Dari riset yang sama, 93% mitra UMKM GoFood volume transaksinya naik dan 85% mitra UMKM menginvestasikan kembali hasil penjualan di GoFood ke dalam usaha mereka. “Dengan hasil usaha yang diinvestasikan kembali ke dalam usahanya, mitra bisa terus menumbuhkembangkan usahanya. Ini sejalan dengan visi kami, membantu UMKM untuk terus naik kelas,” tutur Shinto.

Terungkap, Gojek akan melatih lebih dari 550 UMKM yang berada dalam naungan enam kementerian/lembaga, supaya bisa naik kelas dan punya peran aktif di ekonomi digital. Sejak diluncurkan pada awal 2019, Gojek Wirausaha telah melatih lebih dari 14 ribu UMKM se-Indonesia di 17 kota di Indonesia melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah. (bs1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *