PDM Tapal Kuda Siap Dirikan BTM

PROBOLINGGO – Eksplore.co.id – Untuk mensosialisasikan program satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Satu Baitut Tamwil Muhammadiyah (Satu PDM Satu BTM), Induk BTM mengadakan roadshow ke kawasan tapal kuda, Jawa Timur.

Hasilnya, dari pertemuan dengan pengurus PDM  Probolinggo pada Minggu (2/9/2019), disepakati berdirinya BTM Probolinggo. Rencana itu diungkapkan kepada Ketua Induk BTM Achmad Suud dan Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan.

Ketua PDM Probolinggo Masfu dalam kata pengantarnya di acara tersebut mengatakan, kehadiran BTM di Probolinggo sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan PDM Probolinggo ingin mewujudkan pilar ketiga Muhammadiyah (ekonomi) sebagaimana diamanahkan dalam muktamar ke – 47 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain itu, kata Masfu, sejauh ini banyak potensi ekonomi di Probolinggo yang bisa disinergikan dengan BTM. Termasuk bisnis yang ada di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan warga Muhammadiyah. “Apabila itu terbentuk BTM secara otomatis kegiatan – kegiatan bisnis Muhammadiyah di Probolinggo akan semakin masif,” terang Masfu.

Sementara itu,  Achmad Suud mengatakan, Induk BTM siap men-support PDM Probolinggo untuk mendirikan BTM. Menurut Suud,  Probolinggo merupakan wilayah strategis tapal kuda Jawa Timur. Dengan berdirinya BTM di Probolinggo akan mendorong daerah PDM lain seperti Banyuwangi, Jember, Pasuruan, juga Bangil untuk mendirikan BTM.

Keberadaan BTM Probolinggo, kata Suud, merupakan out put dari sosialisasi Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) yang selama ini sebagai sinergi antara Induk BTM dengan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur. Bentuk kerja bareng itu berupa pelatihan – pelatihan yang diikuti pengurus PDM se Jawa Timur. “Hasil dari pelatihan tersebut berimplikasi tumbuhnya motivasi  PDM  untuk mendirikan BTM,” paparnya.

Untuk mendirikan BTM di daerah, disadari Induk BTM banyak yang harus disiapkan, mulai dari permodalan, sumber daya manusia, dan infrastruktur pendukungnya. Terkait hal ini, kata Suud, Induk BTM akan menfasilitasi dalam bentuk training – training khusus kepada calon pengelola BTM  di Pusdiklat BTM di Jawa Tengah. Selain itu, Induk BTM mendorong terbentuknya Pusat BTM Jawa Timur sebagai koperasi syariah sekunder dan menjadi apex syariah. “Apabila ini bisa dilakukan, kami meyakini konsolidasi GMM di Jawa Timur bisa dengan cepat akselerasinya,” kata Suud.

Untuk mendirikan BTM Probolinggo, Induk BTM memberikan keleluasaan kepada PDM dan jajarannya sesuai dengan kearifan lokal, apakah secara legal memilih Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) di bawah naungan pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM atau berbentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Suud, dua-duanya bagus untuk mengembangkan BTM. (bs2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat