Diharap Makin Inovatif, KOIN Pindah Kantor


JAKARTA – Eksplore.co.id – Toko Indonesia (Koin)  diminta meningkatkan kinerjanya agar dapat memberikan kontribusinya memberdayakan sektor UMKM dalam bentuk warung-warung tradisional. Wejangan itu dilontarkan Sekretaris Jenderal Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Abdul Fatah.

Hal itu dilontarkan Kiai Fatah saat syukuran pindah kantor Koin ke Jalan Antasari 62, Jakarta Selatan akhir pekan lalu (6/9/2019). Semula, Koin yang bernaung di bawah payung PT Ritel Global Sinergi (RGS) berkantor di Jalan Bangka 2 Nomor 11, Jakarta Selatan. “Semoga rumah baru Koin ini dapat memberikan semangat kepada seluruh tim manajemen Koin dan dapat terus memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat dan dilancarkan dalam segala proses kegiatannya,” tutur Kiai Fatah.

Bedol kantor itu dipimpin langsung CEO Koin Devi Erna Rachmawati bersama Chief Finance Officer (CFO) Irfan Maulana, Chief Operation Officer (COO) Tias Brian, dan Vice President Dhany Rachman. Devi  berharap, dengan pindah ke gedung baru,  dapat menjadi langkah awal bagi Koin dan seluruh tim dalam mengembangkan usaha dan memberikan inovasi-inovasi bagi fitur-fitur Koin.

“Kami berharap, ini dapat memberikan semangat dalam bekerja, berkreasi dan tentunya mencapai semua keinginan dari visi dan misi PT Ritel Global Solusi yang menaungi Koin,” kata Devi yang juga komisaris PT Kymmoshi Indonesia Makmur (KIM) yang mengelola media online ini, Eksplore.co.id.

Devi mengungkapkan, PT RGS didirikan oleh enam orang pada 5 Juli 208. Usaha RGS adalah menjadi operator aplikasi digitalisasi warung-warung tradisional.  Aplikasi Koin bertujuan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh warung atau toko tradisional. “Yaitu memberikan banyak manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan tentunya membantu principal produk konsumen dalam mendistribusikan produknya,” kata Devi.

Member Koin yang meliputi toko dan warung-warung tersebar di kawasan Jabodetabek dan Jawa Timur. “Segala upaya Koin dalam memberikan solusi terhadap masyarakat luas dan pedagang warung atau toko tradisional khususnya, dapat terlaksana sesuai dengan rencana program yang telah disusun oleh para founder,” ujar Devi di depan puluhan karyawannya. (ba1)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat