Proyek Joglo Besar Desa Ngerangan, Ini Obsesinya

KLATEN – Eksplore.co.id
Ada yang menarik dari Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya 20 km dari Kota Klaten. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk ke sana. Ada apa gerangan?

Di desa itu telah berdiri megah bangunan joglo, rumah khas Jawa, yang diklaim terbesar dan terluas di dunia. Sumarno, Kepala Desa Ngerangan, menjelaskan,  rumah joglo itu berukuran 30 x 30 meter. Dibangun di atas tanah seluas 2 hektar lebih. “In Sya’Allah akan diperluas, tambah 2 hektar lagi. Tambahan tanah 2 hektar sudah dibeli,” tuturnya.

Di atas tanah itu akan dibangun gedung untuk SMA Islam Modern dan Terpadu. Pemiliknya sudah menghabiskan dana sekitar Rp100 miliar untuk membangun rumah joglo yang dipenuhi dengan ukiran di dinding-dindingnya. Bahannya dari jenis kayu jati yang sudah berumur sekirar 100 tahun. Sebagian besar diukir.

Sumarno menjelaskan, joglo ini dibangun oleh keluarga besar mantan bupati Klaten Sunarna. Mereka adalah putra-putri almarhum bernama Tukimin Tri Widodo dan almarhumah Sumiyem. Mereka mendirikan Yayasan Kesatrian Entrepreneur Indonesia untuk mengelola bangunan itu. Pendiri yayasan adalah Widodo Makmur Grup milik putra-putri almarhum Tukimin dan Sumiyem. Mereka adalah Suparno, Sugiyami, Tumiyana, Suyatmi, Sunarna, dan Sigit Marwanto.

“Bapak Tumiyana yang kini menjabat Direktur Utama BUMN PT Wijaya Karya (Wika) juga termasuk kerabat keluarga besarnya dan saat ini beliau salah satu yang mengelolanya,” kata Sumarno.

Kepada Eksplore.co.id,  dia mengatakan Yayasan Kesatrian Enterpreneur Indonesia akan membangun berbagai fasilitas umum. Seperti; rumah joglo ukir untuk pondok pesantren Hafidz Quran, ruang perpustakaan, ruang pameran, ruko produk unggulan, serta masjid joglo dengan interior ukir Jepara dan kaligrafi yang indah.

Mereka berobsesi, kawasan ini nanti akan menjadi magnet yang luar biasa sebagai kawasan destinasi wisata pendidikan terbaik di Indonesia, juga mungkin di dunia. Harapannya, tempat itu  juga akan mampu menggerakkan roda perekomomian desa dan sekitarnya. Bahkan mampu menjadi sumber pendapatan APBD Klaten.

“Impian itu sudah makin terlihat dan nyata. Saat ini saja dampak untuk pendapat desa terdongkrak dengan kehadiran para pengunjung,” kata Sumarno.

Proyek BUMdes-KPMD

Kepala Pemerintahan Desa Ngerangan ini berharap, joglo yang ada di wilayahnya mampu memberikan dampak yang baik bagi perekonomiannya. Dia menjelaskan proyek joglo juga merupakan kerja bareng antara yayasan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) setempat.    melalukan berbagai program

Sebelumnya Tumiyana mengungkapkan, pembangunan joglo terbesar di Ngerangan ini merupakan langkah kepedulian untuk Indonesia, karena Yayasan ini bergerak di bidang berbagai pelatihan kewirausahaan, pelatihan kepemimpinan, UKM, destinasi wisata, market berbagai produk unggulan, pondok pesantren hafidz Quran, Majelis Pengajian serta event organizer (EO) yang akan menyelenggarakan berbagai acara yang menarik. “Semua akan dilakukan di kawasan joglo terbesar  di dunia ini, In Sya’Allah akan bermanfaat bagi negeri dan umat,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Direktur BUMdes Ngerangan Gunadi Abdullah menjelaskan, pihaknya telah mengadakan berbagai program kerjasama yang sesuai misi dan visi Pemerintahan Desa. Saat ini BUMdes membangun kampung dolanan , homestay di kawasan joglo, menyelenggarakan emper resto, serta mendirikan pasar untuk produk unggulan.

“Kita percepat langkah dari O rupiah dan kita niatkan karena Allah menjadi tujuan kami, nanti semua akan berkah,” ujar Gunadi yang   juga berprofesi sebagai guru dan ustad. BUMdes juga menangani program  event organizer.

Ketua KPMD Ngerangan Suwarno mengaku siap  menjadi agen perubahan besar-besaran di desanya. “Kita dorong masyrakatat kita lebih maju, berbagai kekuramgan tidak menghalangi untuk terus maju dan berjuang untuk kemajuan Ngerangan dan membawa nama kabupaten Klaten lebih baik. Allah pasti memberikan hikmah dari segala kekurangan dan kelebihan,” katanya.

Gayung bersambut. Program kerja BUMdes Ngerangan mendapat dukungan penuh dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di tingkat desa. Ketua BPD Ngerangan Susanto mengatakan,  langkah BUMdes sangat bagus.  Apalagi sib6ergis dengan Pemerintahan Desa (Pemdes).

“BPD akan selalu mendorong dan bersatu memajukan Desa Ngerangan yang mandiri dan sejahtera,” tandasnya. (ba1)

Foto: Saat berfoto santai di hari libur di kawasan Joglo bersama Gunadi, Direktur BUMdes, Sumarno Kepala Pemerintahan Desa Ngerangan ( tengah) dan Suwarno, Ketua KPMD. Tiga tokoh penggerak perubahan besar di Desa Ngerangan, yaitu Direktur BUMDes Gunadi Abdullah (kiri), Kades Sumarno (tengah), dan Ketua KPMD Suwarno, di depan joglo besar saat hari libur. (Foto Taufiq )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *