Induk BTM Jalin Kerjasama dengan Bank Muamalat dan BPKH

PEKALONGAN – Eksplore.co.id – Untuk meningkatkan layanan kepada anggota dan penghimpunan dana dari pihak ketiga, Induk BTM merangkul Bank Muamalat Indonesia dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Penandatanganan naskah kerjasama tersebut dilakukan di acara Muhammadiyah Microfinance Summit 2019 hari ke-2, Jumat (20/9/2019) di Pekalongan.

Naskah kerjasama tersebut ditandatangani masing-masing oleh Ketua Induk BTM Achmad Suud bersama bersama anggota BPKH Ahmad Iskandar Zulkarnain, serta antara Achmad Suud dengan Head of Islamic Enterprise & Alliance PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Agus Andipratama Amir.

Suud menjelaskan, kerjasama yang dilakukan Induk BTM dengan BPKH punya beberapa tujuan. Di antaranya adalah bagaimana Induk BTM dapat menggunakan dana yang dikelola BPKH dan bagaimana Induk BTM dapat menjadi bagian dari talangan untuk anggota dalam berhaji. 

Selain itu, masih kata Suud, kerjasama juga untuk mensosialisasikan haji muda. Haji muda adalah haji yang dilakukan untuk kelompok muda atau milenial Selama ini para pendaftar haji umumnya dari generasi non milenial.

Satu lagi, kerjasama Induk BTM dengan Bank Muamalat terkait penyaluran pembiayaan dan mengenai tata kelola keuangan “Sinergi yang dilakukan dengan BPKH dan Bank Muamalat dilaksanakan agar tercipta win-win solution. Dengan tentu diharapkan seluruh jajaran BTM dapat memaksimalkan hubungan yang ada,” kata Suud lagi.

Di tempat yang sama Head of Islamic Enterprise & Alliance PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Agus Andipratama Amir mengatakan, Bank Muamalat mengharap adanya satu kerjasama yang terstruktur baik mengenai pembiayaan maupun tata kelola keuangan. Hal itu jelas menguntungkan kedua belah pihak.

Pada kesempatan itu, Agus juga mengakui bahwa Muhammadiyah merupakan mitra utama. “Dari seluruh organisasi keagamaan yang menjadi mitra Bank Muamalat, hanya Muhammadiyah yang menempati grade 1. Lainnya menempati grade 2 dan 3,” kata Agus.

Kedekatan ini, tutur Agus, memungkinkan Induk BTM sebagai bagian dari usaha Muhammadiyah akan lebih diperhatikan oleh Bank Muamalat. Jadi, jika di lapangan terjadi permasalahan, dapat dilakukan penyelesaian secara bersama.

Narasumber Summit

Usai penandatanganan naskah kerjasama tersebut, Iskandar dijadwal menjadi keynote speech pada Summit (Seminar) 3 yang bertajuk “Sinergisitas Kemitraan Dalam Membangun Keuangan Mikro Muhammadiyah”.

Sedangkan Agus dan tiga orang lainnya, dalam acara yang dimoderatori Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah Bambang Wijonarko, menjadi pembicara yaitu Kepala Baznas Microfinance Noor Azis, Dirut PNM Ventura Syariah Andi Estetiono, dan Direktur Pusat Informasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan Nur Hidayat. (ab2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *