PP Muhammadiyah Diminta ‘Instruksikan’ AUM Simpan Dananya ke BTM


PEKALONGAN – Eksplore.co.id – Para peserta Muhammadiyah Microfinance Summit (MMFS) 2019  mendesak Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk ‘menginstruksikan’  seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk ttidak menyimpan semua dananya ke bank. Sisihkan 25% di antaranya ke Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah  Baitut Tamwil Muhammadiyah (KSPS-BTM).

Itulah salah satu rekomendasi yang dicanangkan saat Penutupan MMFS 2019, Jumat (20/9/2019) malam di Pekalongan. 
Ketujuh butir rekomendasi itu dibacakan langsung oleh Ketua Induk KSPPS-BTM) Achmad Suud.

Suud menjelaskan, ketujuh rekomendasi yang ada merupakan bentuk upaya Muhammadiyah melalui institusi Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) guna terus bertekad dalam berta’awun untuk negeri. Itu juga sesuai dengan Pilar Ketiga  Muhammadiyah bidang ekonomi. Yaitu, agar kesenjangan sosial dan ketidakadilan yang merupakan mata rantai yang tak bisa terpisahkan dalam kehidupan di tanah air, dapat diminimalkan.

“Dalam tujuh rekomendasi yang ada salah satunya adalah memohon kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan kebijakan yang konkrit dalam membangun sinergi ekonomi, yaitu mendorong kepada Amal Usaha Muhammadiyah atau AUM menempatkan dananya sebesar 25% di seluruh jaringan BTM nasional,” kata Suud lagi.

MMSF 2019 berlangsung selama  tiga hari sejak 19 September 2019. Acara itu dibuka oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen. Saat pembukaan dihadiri Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati dan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas, serta puluhan pengurus BTM, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Muhammadiyah tingkat pusat, wilayah (provinsi) dan daerah (kota dan kabupaten). Juga para pengurus Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM).

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Membangun Gerakan Microfinance Muhammadiyah Dalam Membumikan Pilar Ketiga Muhammadiyah”, Buya Anwar mengungkapkan, sekurangnya ada dana segar di kalangan AUM sebesar Rp 16 triliun yang disimpan di bank. Dia mengusulkan, setidaknya 25% di antaranya disimpan di BTM yang sudah dikukuhkan secara resmi sebagai lembaga keuangan Muhammadiyah.

Tujuh Rekomendasi

Berikut lengkapnya ketujuh rekomendasi MMFS 2019:
1. Mendukung pengembangan keuangan inklusif yang menjadi kebijakan pemerintah dalam mendorong pengurangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2. Dalam rangka mensukseskan pilar ketiga Muhammadiyah, memohon kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan kebijakan yang konkrit dalam membangun sinergi ekonomi, yaitu mendorong kepada Amal Usaha Muhammadiyah atau AUM menempatkan dananya sebesar 25 persen di seluruh jaringan BTM nasional.

3. Untuk menguatkan Gerakan Microfinance Muhammadiyah atau GMM dalam membentuk satu PDM satu BTM di seluruh jaringan Muhammadiyah, mengharap kepada Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memperjuangkan dalam sebuah keputusan Muktamar ke 48 di Solo, Jawa Tengah.

4. Berharap kepada semua pimpinan Muhammadiyah di semua level, agar memiliki perhatian pengembangan BTM, sesuai dengan tingkatannya dan mendorong kerjasama serta sinergi Amal Usaha Muhammadiyah dengan BTM, sehigga tercipta pengelolaan keuangan Amal Usaha Muhammadiyah secara selektif, efesien, serta halal. Dengan demikian kontribusi Amal Usaha Muhammadiyah terhadap persyarikatan lebih terencana, terukur, dan optimal.

5. Untuk meningkatkan peran dan fungsi BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah serta strategi sustainable keuangan mikro, Induk BTM bersama kekuatan komponennya akan terus membangun tata kelola manajemen bisnis baru sebagai bagian dari itjihad ekonomi dan sekaligus menjawab industri digital 4.0.

6. Guna menguatkan literasi keuangan syariah serta mendorong luasnya Gerakan Microfinance Muhammadiyah secara nasional, maka Induk BTM akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi demi terwujudnya satu PDM satu BTM.

7. Mendorong konsolidasi keuangan Muhammadiyah secara masif untuk mewujudkan sebuah Bank Umum Syariah milik Muhammadiyah agar terwujud pengelolaan keuangan di persyarikatan yang sinergis dan memberikan manfaat optimal bagi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. (bs2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *