Bangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Ko-IN Gandeng UPZ-Baznas PG

JAKARTA – Eksplore.co.id – Untuk memperluas jaringan toko atau warung online, Toko Indonesia (Ko-IN) menggandeng Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) PT Petrokimia Gresik (PG). Dalam naskah perjanjian kerjasama (memorandum of understanding/MoU) tersebut, kedua belah pihak bersepakat menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan dengan mendirikan toko kelontong online.

Penandatanganan MoU diadakan di kantor Koin di Jalan Pangeran Antarasi 62, Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019) antara Chief Operational Officer (COO) Ko-IN Tias Brian dengan Ketua UPZ Baznas PG Yusuf Wibisono.

Brian menyatakan, “Kami berharap toko-toko kelontong yang telah menjadi mitra kami kelak, ke depannya bisa menjadi sebuah jawaban akan kembalinya masyarakat untuk berbelanja ke warung.”

Menurut Brian, Dirut PT Ritel Global Solusi (RGS) yang mengoperasikan Ko-IN, warung diharapkan menjadi salah satu  pusat aktivitas komunitas masyarakat. “Tidak hanya menjual kebutuhan sehari-hari, tapi juga menawarkan beragam layanan yang mampu meningkatkan daya saing toko kelontong terhadap ritel modern yang ada,” tuturnya.

Ditambahkannya bahwa aplikasi Ko-IN dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat. Dengan memberikan akses digital kepada toko–toko kelontong. Karena itu, kerjasama idengan UPZ-Baznas PG merupakan wujud komitmen untuk memberikan inovasi kemudahan berbelanja di warung secara digital.

Sementara itu, Yusuf menjelaskan bahwa program ini nantinya akan membantu masyarakat sekitar perusahaan untuk membangun warung atau toko kelontong online. Saat ini, warung atau toko kelontong banyak yang tidak berkembang bahkan tutup karena kalah bersaing dengan kehadiran ritel modern.

Untuk itu, UPZ-Baznas PG bekerja sama dengan Ko-IN, perusahaan start up digital yang bergerak mengupayakan peningkatan taraf ekonomi mikro. Lebih khusus,  membantu masyarakat sekitar perusahaan untuk  mendirikan toko kelontong yang berbasis digital. Usaha mikro ini menawarkan kemudahan bagi pelanggan dalam berbelanja, sekaligus menyediakan barang dengan harga kompetitif.

Dengan program itu, kata Yusuf,  diharapkan dapat mengembalikan kejayaan toko kelontong sebagai pusat atau sentra jual-beli kebutuhan masyarakat. “Program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan, sekaligus memberikan edukasi terkait digitalisasi bisnis sehingga menumbuhkan jiwa wirausaha bagi berbagai komunitas sekitar perusahaan,” ujar Yusuf Wibisono.

Yusuf  yang juga Sekretaris Perusahaan (Sesper) PG menuturkan, mitra akan mendapatkan bantuan modal usaha dari UPZ Baznas PG. Selanjutnya, Ko-IN akan mendampingi mitra dalam hal promedsos (promosi, edukasi, dan sosialisasi), memberikan produk dengan harga ekonomis, serta menyiapkan teknologi untuk toko kelontong yang bergabung.

Secara bertahap hingga akhir 2019, direncanakan ada 50 mitra yang akan menerima manfaat dari program pemberdayaan ini. Program ini nantinya melibatkan desa/kelurahan sekitar perusahaan, Karang Taruna, komunitas PKK, pelaku UMKM dan bisnis mikro (warung kelontong), serta mustahik yang menjadi syarat penerima bantuan dari UPZ Baznas PG.

“Upaya ini merupakan wujud dukungan Petrokimia Gresik terhadap Pemerintah dalam menyiapkan lapangan pekerjaan, dimana selama ini serapan tenaga kerja tidak sebanding dengan bonus demografi,” ujar Yusuf.

Bagi PT PG, kara Yusuf, program ini, juga sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan hubungan harmonis antara masyarakat sekitar perusahaan. “Sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan,” kata Yusuf mengakhiri penjelasannya. (ab1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *