Sekar Jagad, Sanggar Budaya Sukoharjo ini Sudah Go International

SUKOHARJO – Eksplore.co.id – Apa arti sebuah nama bagi Joko Ngatimin. Dia adalah seniman Sukoharjo yang sudah melanglang dunia. “Bagi saya nama memiliki arti tersendiri, tanpa nama orang tidak akan saling mengenal dan tidak tahu misi dan visi yang kita langkahkan. Dengan pemberian nama, orang akan mengenal dan mengetahui misi dan visi yang akan dijalankan,” ujar Joko, sang pendiri Sanggar Sekar Jagad.

Sekar artinya kembang atau bunga, jagad artinya dunia. “Sekar jagad artinya agar Sanggar Seni Sekar Jagad ini bisa mengharumkan nama sampai ke tingkat dunia internasional (go international), juga berarti agar menjadi Taman Sari Dunia,” kata lulusan STSI Solo, yang kini sudah berganti nama menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Solo ini.

Sanggar itu beralamatkan di Kotakan RT 04 RW 06, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng). kepada Eksplore, Kamis (26/9/2019).

Suami Hariyatun dan ayah dari Bagas Pandu Perdana itu menjelaskan, Sanggar Sekar Jagad berdiri 1 Nopember 2004. Peresmiannya dihadiri wakil bupati Sukoharjo H. Mohamad Toha, pejabat Muspida dan Muspika, dan para penggiat seni budaya di kawasan Solo Raya.

Pada 2010 sanggar itu sudah berbadan hukum dengan akta notaris dan diubah namanya menjadi Lembaga Sekar Jagad. ”Dan sejak tahun 2012 ada penambahan nama menjadi Gerbang Budaya Nusantara Sekar Jagad,” tutur Joko, Kamis (26/9/2019).

Awalnya, kata Joko, para cantrik Sekar Jagad adalah warga sekitar lintas profesi dan generasi. Seiring waktu, cantriknya makin banyak dan asalnya menyebar hingga berbagai daerah di Tanah Air. Dari Kelurahan Bakalan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Solo Raya, menyebar hingga Sukomas (Sukoharjo-Banyumas), terus Gerbang Sukomasrogo (Sukoharjo Banyumas Ponorogo).

“Tidak berhenti di situ, mengepak sayap hingga Gerbang Sukomsrogopati (Sukoharjo Banyumas Ponorogo dan Pati). Terus berkembang ke berbagai wilayah Indonesia. Hingga akhirnya nama sanggar diganti menjadi Gerbang Budaya Nusantara Sekar Jagad,” jelasnya.

Apa saja kegiatani yang digarapnya? Joko menjelaskan, untuk menyemarakkan kerja seni Gerbang Budaya Nusantara Sekar Jagad (GBN-SJ), pihaknya banyak menjalin bekerjasama dengan semua elemen masyarakat, pemerintah, lembaga non pemerintah, swasta, dan BUMN.

Kerja seni itu meliputi; pentas seni, workshop seni, sarasehan, pameran. Bahkan, Joko juga sering memboyong anak buahnya ke luar negeri dalam kunjungan budaya. Negara yang sudah disinggahi antara lain; Jerman, Perancis, Belanda, Swiss, dan Jepang.

Perangkat seni andalan GBNSJ adalah perangkat gamelan slendro pelog komplet.
“Kreasi seni yang dipadu oleh gending gamelan itu ternyata mampu menembus ruang dan waktu, menembus generasi dan mampu lintas sektoral dan negara,” tutur Joko lagi.

Menurutnya, lewat kreasi seni budaya yang kita miliki di setiap daerah, kita mampu melakukan perubahan yang baik. Dan para (ulama) Wali Songo merupakan teladan yang baik dalam menyebarkan nilai- nilai lewat budaya,” tandasnya. (bs3)

Foto: Joko Ngatimin seniman asal Sukoharjo keliling dunia bersama Sanggar Sekar Jagad. ( dok)

Foto: Bersama seniman di konser gamelan kolaborasi wayang di Jepang tgl 8 – 19 agustus 2019 di acara Pasar Moon Festival 2019. (dok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *