Wiwoho: Sukoharjo Butuh Laboratorium Keilmuan

SUKOHARJO – Eksplore.co.id – Ada satu gagasan unik yang dilontarkan Wiwoho Aji Santoso, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukoharjo. Tiap kecamatan perlu ada laboratorium ilmu. Wiwoho menjelaskan, laboratorium ilmu itu nanti sebagai tempat mengkaji berbagai cabang ilmu. Seperti kajian ilmu agama, sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya.

Laboratorium ilmu itu nanti diharapkan mampu memberi solusi atas berbagai persoalan yang timbul di tengah masyarakat. Laboratorium ilmu itu tentunya dilandasi dengan literasi ilmu lewat kajian mendalam yang melibatkan pakar- pakar yang berkompeten di bidang masing- masing.

Selain para pakar, laboratorium ilmu itu nanti juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh ormas, karang taruna, mahasiswa, hingga pejabat daerah di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. “Ide itu akan diwujudkan jika saya diberi amanah masyarakat untuk memimpin Sukoharjo,” tutur Wiwoho kepada Eksplore, Jumat ( 27/9/2019).

Dia mengatakan laboratorium itu nanti akan mengkaji juga berbagai potensi yang ada di desa untuk dikembangkan secara baik.
Namun demikian ide yang baik itu harus didukung semua pihak baik Pemkab,, DPRD, Muspika Kecamatan dan seluruh elemen masyrakat di Sukoharjo yang berdekatan dengan Kota Solo.

“Laboratorium itu nanti kita buka perpustakaan ilmu dan berbagai kajian apa saja baik agama, ekonomi, pertanian, sosial, budaya, dan politik. Semua itu kita kaji secara keilmuan,” katanya. Namun demikian ide yang baik itu harus didukung semua pihak baik Pemkab Sukoharjo, DPRD, Muspika Kecamatan dan seluruh elemen masyarakat.

Sampai saat ini, ia melihat belum ada upaya Pemerintah Kabupaten Sukoharjo ke arah mengelola potensi di berbagai potensi yang ada di desa-desa. Agar lebih maju harus ditunjang dengan kajian ilmu. Hal itu terkesan pengembangan pembangunan Sukoharjo tidak terarah, meski ia mengakui kemajuan pembangunan juga ada.

“Hanya saja pembangunan belum terarah dan belum dikaji secara keilmuan atau akademisi dan pembangunan Sukoharjo harus mampu melibatkan masyarakat serta menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mampu nguwongke warga negara,” tutur Wiwoho.

Beraninya Wiwoho mengusulkan didirikannya laboratorium ilmu. Rupanya dia adalah guru di SDN Tepisari 02, Kec. Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Nama Wiwoho saat ini kian santer didukung umat, masyarakat, dan lintas agama untuk ikut bursa calon Bupati Sukoharjo periode 2020-2024.

Dari awal Wiwoho ditugasi pemerintah sebagai CPNS (1 Mei 1984 ) sampai sekarang, belum pernah pindah dan ia memang minta agar tetap menjadi guru di sekolah yang sama. Selain mengajar, dia juga menjadi Ketua Pimpinan Tapak Suci (TS) Jawa Tengah. (ab1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *