Marino Luluh Dipaksa Nyalon Kades Mertan

SUKOHARJO – Eksplore.co.id
Wujudkan perubahan di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, dengan menghadirkan sosok kreatif dan berani melakukan perubahan. Itulah yang kini dibutuhkan masyarakat Desa Mertan.

Sosok guru Marino, sarjana lulusan Universitas Negeri Semarang (UNeS) dan IKIP Malang serta penyandang gelar Master dari UNS Solo. Dia adalah salah satu yang ditokohkan sebagai sosok perubahan dari Desa Mertan itu.

Apa yang menarik dari Marino yang tengah didorong warga untuk ikut meramaikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai calon Kades Mertan. Pilkades akan dilaksanakan Oktober 2019 ini. Dan, Marino pun tak berkutik.

‘Saya tidak ada keinginan untuk mencalonkan menjadi Kades, tetapi karena dorongan dari masyarakat yang sangat kuat untuk  maju akhirnya ikut terdorong. Karena amanah dari masyarakat, ya akhirnya bersedia maju mas,” kata Marino, Selasa (1/10/2019).

“Selain dorongan dari masyarakat, juga karena  ada panggilan hati nurani saya melihat dan mendengar Desa Mertan perlu pembenahan dan perbaikan,” tuturnya lagi.

Pak Mar, biasa dia disapa, mengatakan, yang terpenting adalah keinginannya untuk mengabdikan diri pada masyarakat  di Desa Mertan. Berikutnya, ini alasan Marino, yaitu ingin membangun dan memperbaiki desa tempat dirinya tinggal.

Obsesi Untuk Perubahan
Desa Mertan mayoritas berupa lahan pertanian. Karenanya, Marino ingin memperbaiki irigasi agar suplai airnya dapat terjaga. “Karena mayoritas lahan adalah tadah hujan, untuk meningkatkan produksi harus ada terobosan dengan pembuatan sumur dalam untuk pengairan sawah,” ujarnya.

Marino juga ingin memperkuat koperasi hingga di tingkat rukun tetangga (RT). Koperasi-koperasi itulah yang nantinya mengawal Desa Mertan  sebagai destinasi wisata kampung. Potensi desa itulah yang harus dimotori koperasi agar mampu menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Koperasi, kata Marino, perlu didorong untuk ikut mewujudkan transparansi dana desa.

“Jadi semua harus transparan. Kami ingin menggerakkan perubahan Desa Mertan yang maju, nyaman, unggul, dan transparan,” tandas Koordinator Donor Darah Kecamatan Bendosari ini.

Apa latar belakang sehingga Marino layak ditokohkan warga desa? Kini dia juga aktif fi Pergerakan Muhammadiyah. Tercatat sebagai Bendahara Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga Pimpinan Daerah Muhammafiyah (LSBO-PDM) Kabupaten Sukoharjo. Pria berkumis tebal itu tercatat pula sebagai manajer Persatuan Sepakbola Hizbul Wathan (PS HW) Sukoharjo. (ab1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *