Gebyok Limo, Kuliner ala Sukoharjo

SUKOHARJO – Eksplore.co.id – Bisnis makanan itu seolah tak ada matinya. Sebab, semua orang butuh makan. Yang membedakan adalah soal selera. Dan selera itu dipengaruhi suasana.

Suasana yang nyaman dan menyenangkan itulah yang ditawarkan Resto Gebyok Limo. Baru tiga bulan dibuka Marjoko di Jalan Banmati, Tawangsari km2, Tegal Mulyo RT 04/02, Kelurahan Pojok, Sukoharjo.

“Resto berdiri Juli 2019 latar belakang diberi nama Gebyok Limo karena bangunan pakai pendopo yang ada gebyoknya berjumlah lima dan menurut perhitungan Jawa itu bagus,” kata Marjoko, lulusan Fakultas Pertanian UNS.

Meski belum genap setahun, Marjoko optimistis, bisnis kulinernya sudah cepat dikenal  dan banyak didatangi pelanggan. Suami Endang Widiyati ini menambahkan, restonya punya keunggulan dibanding rumah makan yang lain. Mau tahu di antaranya?  Tempat parkir yang luas dan aman. Lalu,  terdapat masjid atau mushala yang sejuk. Resto juga menyediakan ruang pertemuan yang mampu menampung 130 orang.

Marjoko juga memanjakan para tamunya dengan fasilitas karaoke gratis, tempat bermain anak. Yang tak kalah pentingnya adalah sarana MCK yang bersih. “Tentu, yang penting,  menu masakan yang komplit dan didukung cheff yang sudah profesional. Harganya juga terjangkau untuk kelas menengah ke bawah,” tutur Marjoko lagi.

Adapun menu yang disiap disajikan antara lain; ayam rica- rica, mihun goreng/godok, fuyunghay, mila goreng,  cah kangkung, rica- rica bebek, ayam bakar. Ada juga capcay. Sedangkan minumya  meliputi es teh/ panas, es jeruk/panas. Wedang uwuh juga ada.

Resto Gebyok Limo juga menjadi pusat oleh-oleh khas Sukoharjo. Ada ampyang , wingko babat, emping mlijo manis, markuni, slondok, kripik pisang ,  kripik tempe, kacang kulit, tahu bakso , dan tempe mondoan.

Joko, demikian panggilan Marjoko. Dia mengungkapkan, bisnis  kuliner Resto Gebyok Limo itu pada dasarnya melanjutkan apa yang sudah dirintis ibundanya. “Bisnis yang saya tekuni ini karena lihat potensi aja kalau masalah teknis bisa dipelajari atau cari tenaga yang profesional,” kata ayah dari Ivan Jonda Putrananto, sarjana Pertanian UGM, Dendy Ardi Mahendra kuliah di UNS jurusan agrobisnis, dan Aldo Tri Pangestu, kuliah di Jurusan Informatika UNS.

Ia menerangkan  bisnis kuliner diawali karena suka kuliner setelah itu ada kesempatan dan potensi tempat yang bagus untuk usaha kuliner. Rupanya, Marjoko termasuk sosok multi talenta. Tidak hanya satu cabang digelutinya, namun dia juga mengembangkan busnis lainnya, yaitu menjual peralatan pertanian.

Pria ini mengaku juga berprofesi sebagai psikolog dan konsultan enterprenuer (kewirausahaan).  “Alhamdulillah, multi talenta yang saya miliki atas karunia Allah SWT dan kami manfaatkan secara positif serta memberikan manfaat yang baik bagi sesama,” ujarnya.

Siapa saja yang sudah menjadi pelanggan tetapnya? Marjoko menyebut, para pejabat di sekitar Gebyok Limo sudah mencicipi menu yang ada. Mulai Pak Camat,  Kapolsek, Danramil, para lurah di Kecamatan Tawangsari, para krpala sekolah, hingga pejabat di Pemkab Sukoharjo sudah ke sini, juga para perawat dan tokoh setempat,” katanya.
Marjoko bersyukur, Gebyok Limo juga ae6lalu dikunjungi warga Sukoharjo yang sudah menetap di tempat lain, termasuk Jakarta. (bs4)

Foto: Marjoko, bos kuliner resto Gebyok Limo ( kiri) bersama pelanggannya. (Foto Dok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *