JAKARTA (Eksplore.co.id) – Kebanyakan pihak gerah dengan Pertamina. Yang harusnya untuk besar di semester I/2020, ternyata rugi hingga Rp 11,13 triliun. Padahal, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahya Purnama alias Ahok sudah berkoar-koar, merem saja harusnya Pertamina untung. Diduga, ada sesuatu di balik kerugian tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, di antara yang gerah. Dia pun mempertanyakan kinerja Ahok selama bergabung di perusahaan minyak negara itu. Menurut dia, selama Ahok menjabat sebagai komisaris utama, Pertamina nyaris tidak memiliki prestasi yang layak dibanggakan. Justru sebaliknya banyak keanehan dan kejanggalan yang begitu jelas dilihat masyarakat.

“Pekan lalu kita dengar kabar Pertamina tidak masuk daftar Fortune Global 500. Sekarang yang terbaru Pertamina rugi Rp 11,13 triliun di semester pertama tahun 2020. Kondisi ini jelas harus jadi perhatian Pemerintah. Jangan terus dibiarkan dan menunggu Pertamina mengalami kondisi yang lebih parah. Mau sampai kapan membiarkan Pertamina babak belur seperti ini?” kata Mulyanto, seperti dilansir dpr.go.id pekan ini.

“Waktu itu Ahok bilang, merem saja Pertamina sudah untung. Asal diawasi. Nah kalau sekarang Pertamina rugi, artinya apa? Apa Ahok tidak mengawasi. Kok nyatanya Pertamina bisa rugi,” ujar politisi Fraksi PKS itu.

Mulyanto menduga ada sesuatu di baik kerugian Pertamina sebesar itu. ‘’Kami menduga ada faktor non-teknis yang menyebabkan Pertamina mengalami rugi yang begitu besar. Untuk itu ia minta peran pengawasan komisaris utama lebih ditingkatkan. Di sisi lain, Pemerintah pun jangan sungkan mengevaluasi kerja komisaris utama yang sekarang. Jika memang tidak mampu pecat saja. Ganti dengan figur profesional yang memahami kerja dunia perminyakan. Pertamina butuh gagasan besar. Bukan omong besar,” tutur anggota Komisi VII  DPR asal daerah Banten ini, mengakhiri penjelasannya. (bs)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini