JAKARTA (Eksplore.co.id) – Untuk kali sekian, Sugengwaras, pensiunan TNI AD dari kesatuan Koppasus mengkritisi sikap dan kebijakan para pimpinan TNI. Sugeng terakhir berpangkat kolonel. Tapi dia tak peduli, yang dikritik dan yang dikecamnya berpangkat jenderal.

Jiwa korsanya tetap melekat, walau sudah pensiun. Dia paham betul tentang aturan dan juga etika di lapangan prajurit, baik yang kroco maupun perwira tinggi. Berikut kutipan peringatan Sugengwaras buat para jenderal yang masih aktif tersebut.

………KUPERINGATKAN, ada enam pedoman dalam kehidupan TNI (Pancasila, Sumpah Prajurit, Sapta Marga, 11Azas Kepemimpinan TNI, 8 Wajib TNI dan Kode Etik Perwira), semuanya telah dilanggar dan ada penyimpangan dari peransinya*.

*Pancasila* Pelanggaran dan penyimpangan terhadap butir ke 2, tentang kemanusiaan yang adil dan beradab dan butir ke 5 tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

TNI telah mencederai keduanya baik secara kemanusiaan maupun sosial (koreksi, evaluasi dan benahi mental dan akhlaq diri).

*Sumpah Prajurit* Pelanggaran dan penyimpangan terhadap butir 3 dan 4, yang esensinya, ketaatan kepada kepada atasan bukan berarti kepada atasan yang berkianat, melainkan atasan yang bertanggung jawab kepada tentara dan NKRI, bukan penguasa / pemerintah belaka ( pahami, koreksi, bangun, bangkit, evaluasi dan luruskan).

*Sapta Marga* Pelanggaran dan penyimpangan terhadap butir 2 dan 3, yang esensinya, patriot, pendukung dan pembela Idologi Negara serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.

Faktanya diam seribu bahasa, pada hal TNI punya hak berpolitik negara, bukan mbebek atau berpatung.

Seharusnya bersikap tegas ketika melihat konsep RUUHIP / BPIP yang berbau komunis dan melecehkan Pancasila, namun tidak ada reaksi terhadap penyelenggaraan negara yang jelas jelas syarat ketidak jujuran, ketidak benaran dan ketidak adilan (peka, peduli, pahami, bangun dan bangkit, lawan).

*11 Azas Kepemimpinan* Pelanggaran dan penyimpangan terhadap butir 2,3,4 dan 5, yang esensinya ( tidak berani memberi tauladan dalam memperjuangkan kebaikan, partisipasi dan bergiat ditengah tengah serta mendorong, mempengaruhi dan mengajak rakyat untuk peka dan peduli terhadap ketidak lurusan jalanya roda pemerintah, baik terkait kepentingan nasional dan hakekat ancaman negara dari dalam dan luar negeri (pahami, peka dan peduli, bangun dan bangkit, ajak rakyat bereaksi).

*8 wajib TNI* Hanya butir 2 dan 5 yang tidak dilanggar, sedangkan keenam butir lainya telah dilanggar (pahami, koreksi, sadari untuk kembali bersikap ramah tamah, sopan santun, menjaga kehormatan diri dimuka umum, jangan lagi jongkok jongkok dan membudak kepada konglomerat dan keluarganya, tidak menyakiti dan merugikan rakyat dan menjadi contoh dalam usaha dan mengatasi kesulitan).

*Kode Etik Perwira* (Budhi, bakti, Wira, utama )Tidak mengaplikasikan pembelaan terhadap kebenaran dan keadilan, harus berani bertanggung terhadap perbuatan / tindakanya ( jangan beragumen kewenangan / kekuasaan, tapi beragumenlah yang logis, realistis ) , menjunjung tinggi kehormatan dan kebanggaan korps serta penegak persaudaraan dan kemanusiaan.

Saya tidak mengatakan generasi penerusku tidak tahu atau bodoh, tapi saya paham ini kondisi sistim dan krisis moral dan modal keberanian dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

Oleh karenanya saya menghimbau, kepada adik adikku, penerusku, kalian belum terlambat, kalian masih menjabat dan berkuasa, negara kita belum hancur meskipun sudah parah.

Bangunlah, bangkitlah, untuk kembali bekerja pada rel yang benar dan suci.

Dipundakmu, kedaulatan negara, keselamatan rakyat dan seluruh tumpah darah diamanatkan dan dipertaruhkan oleh seluruh rakyatmu.

Cintai rakyatmu kembali, bawa dan berdayakan seluruhnya untuk kebaikan dan kejayaan NKRI.

Sadarlah tidak akan lama, semua jabatan kalian akan lepas dan berakhir, disanalah kelak kalian rasakan, semua akibat yang telah kalian lakukan, apalagi menghadapi hari hari akhirmu.

Astaqfirlah, kini masih ada kesempatan, beranikan diri untuk mengingatkan dan meluruskan, kepada atasanmu yang sesat.

Jakarta, 30 November 2020

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini