"Kurang lebih lima hal itu yang kami garis bawahi di dalam list of issues,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif AII dalam diskusi daring, Jumat (5/6/2020). (mam)

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Amnesty International Indonesia (AII) mengungkapkan lima daftar masalah terkait Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua akan disampaikan ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Juli 2020.

Hal ini akan masuk tahap penyusunan daftar masalah yang akan dibahas di Komite Hak-hak Sipil PBB.

Lima masalah yang dimaksud adalah pertama, pembunuhan di luar proses hukum, pengakapan sewenang-wenang serta kejahatan di bawah hukum internasional yang melanggar hak orang Papua atau hak orang asli Papua.

Kedua, situasi kebebasan Papua dalam hal menyatakan pendapat, berkumpul atau berasosiasi dalam hubungan dengan aspirasi-aspirasi yang berkaitan dengan diskiriminasi rasial terkait insiden rasialisme di Surabaya pada tahun lalu.

Selain itu aspirasi yang berkembang di sejumlah demonstrasi terkait dengan penentuan nasib sendiri.

Ketiga, hak peradilan terhadap tahanan politik. Keempat, kebebasan pers, pemblokiran internet di Papua serta kriminalisasi aktivis Papua maupun yang bukan berasal dari Papua seperti Veronica Koman dan Dhandy Dwill Laksono.

Kelima, sedikitnya 5.000 pengungsi di Nduga, Papua yang belum tertangani dengan baik. “Kurang lebih lima hal itu yang kami garis bawahi di dalam list of issues,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif AII dalam diskusi daring, Jumat (5/6/2020). (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini