"Kurang lebih lima hal itu yang kami garis bawahi di dalam list of issues,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif AII dalam diskusi daring, Jumat (5/6/2020). (mam)

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Amnesty International Indonesia (AII) menyatakan isu rasialisme tidak hanya terjadi di Amerika Serikat (AS), tapi ini juga terjadi di Indonesia. Hal ini menimpa masyarakat Papua.

“Rasialisme yang dialami warga Papua itu berujung pada banyak pelanggaran hak asasi manusia (HAM),” kata Direktur Eksekutif AII Usman Hamid, Rabu (3/6/2020).

Aparat keamanan juga bersikap rasis terhadap insiden di Surabaya dan Malang pada 2019 yang merespons protes mahasiswa dengan brutal. Mereka tidak menunjukan sikap penegakkan HAM. “Seharusnya negaralah yang menjadi contoh anti rasialisme,” ujarnya.

Usman menyebut, banyak pembela HAM dan masyarakat sipil yang ikut melakukan aksi protes damai tetapi akhirnya ditangkap dan dipenjara atas tuduhan makar. Padahal apa yang mereka

;lakukan tidak melanggar hukum dan tidak ada unsur pidananya.

“Jika peristiwa rasialisme di Amerika Serikat menimbulkan kemarahan masyarakat luas, hal tersebut juga sedang dirasakan oleh banyak warga negara Indonesia terhadap masyarakat Papua,” jelasnya.

Pemerintah bisa menunjukkan sikap antirasialisme dengan membebaskan para tahanan nurani Papua yang masih mendekam di penjara. Selain itu menghentikan segala pembungkaman kebebasan sipil di  Papua.

Sebelumnya, kerusuhan akibat demonstrasi kematian pria kulit hitam George Floyd meluas hampir ke seluruh negara bagian di AS Demonstrasi ini terjadi setelah kematian George Floyd akibat lehernya ditindih lutut polisi berkulit putih di Minneapolis.

Floyd dituduh melakukan transaksi dengan uang palsu yang ditangkap polisi secara langsung, tetapi dia justru menemui ajalnya. Kemudian, ribuan demonstran menyerbu perimeter Barclays Center di New York.

Selanjutnya, polisi melakukan sejumlah penangkapan demonstran di Brooklyn pada Jumat (29/5/2020). Demonstran diborgol yang dimasukkan ke bus kota. (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini