“Sebenarnya, kami terpaksa memberlakukan pelatihan daring, karena kebijakan pembatasan sosial yang diambil menyikapi wabah Covid-19,” kata Panji Winanteya Ruky, Direktur Komunikasi Program Kartu Prakerja pada Selasa (5/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pemerintah menganggarkan pelatihan peserta Kartu Prakerja sebesar Rp5,6 triliun atau lebih dari 25% dari total anggaran Kartu Prakerja sebesar Rp20 triliun. Dana ini diambil dari paket stimulus ekonomi jilid III sebesar Rp405,1 triliun untuk penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (virus corona).

“Sebenarnya, kami terpaksa memberlakukan pelatihan daring, karena kebijakan pembatasan sosial yang diambil menyikapi wabah Covid-19,” kata Panji Winanteya Ruky, Direktur Komunikasi Program Kartu Prakerja, di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Semula skema pelatihan Kartu Prakerja ialah pelatihan di lembaga pelatihan secara tatap muka di kelas dan secara daring. Kelas secara daring direncanakan untuk keahlian digital, sedangkan pelatihan tatap muka memenuhi masukan dari pasar kerja, industri, dan sektor usaha yang kekurangan tenaga kerja dengan kemampuan tertentu.

Kartu Prakerja sudah refocusing menjadi program semi bantuan sosial yakni pelatihan keterampilan tersedia 2.000 jenis lebih. Ke depan pemberian insentif akan diprioritaskan bagi Kartu Prakerja. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini