“Dalam 10 hari terakhir atau pada 10 sampai 19 Mei 2020, penumpang yang berangkat dalam rangka perjalanan dinas di tengah pembatasan penerbangan ini setiap harinya mencapai 60%-90% dari total jumlah penumpang setiap harinya," kata Agus Haryadi, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (21/5/2020).

TANGERANG (Eksplore.co.id) – Angkasa Pura (AP) II telah melarang 100 orang calon penumpang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Alasan pelarangan itu karena . mereka tak bisa melengkapi dokumen kriteria orang yang boleh melakukan perjalanan dalam masa pembatasan covid-19.

Kriteria ini adalah mereka yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang pelayanan percepatan penanganan covid-19, pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, serta fungsi ekonomi penting.

“Dalam 10 hari terakhir atau pada 10 sampai 19 Mei 2020, penumpang yang berangkat dalam rangka perjalanan dinas di tengah pembatasan penerbangan ini setiap harinya mencapai 60-90% dari total jumlah penumpang setiap harinya,” kata  Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi, Kamis (21/5/2020).

Agus menjelaskan, perjalanan juga diperbolehkan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau anggota keluarga inti terkena musibah. Selanjutnya, WNI yang kembali ke Tanah Air dengan penerbangan repatriasi untuk melanjutkan ke daerah asal (connecting flight). Perjalanan juga boleh dilakukan oleh VIP/VVIP dan perwakilan negara asing.

Pihak AP II khususnya di Bandara Soetta telah menetapkan pembatasan terbang menyusul  terjadinya penumpukan calon penumpang pekan lalu pasca dibukanya rute penerbangan domestik. Sebanyak empat check point bagi calon penumpang pesawat terdapat di Bandara Soetta sebelum diperbolehkan naik pesawat. Langkah ini sejalan dengan prosedur baru, termasuk penggunaan masker oleh calon penumpang dan physical distancing (menjaga jarak).

Checkpoint itu antara lain Checkpoint I untuk verifikasi dokumen perjalanan dan Checkpoint II pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan. Kemudian, Checkpoint III validasi seluruh dokumen dan klirens dari KKP, serta Checkpoint IV ketika penumpang check in. (mam)

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini