JAKARTA (Eksplore.co.id) –  Aliansi Profesional Indonesia Bangkit ( APIB DKI ) memuji langkah cepat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam upaya menangani korban corona. Aksi Anies membentuk tim Crisis Centre dianggap tepat untuk menciptakan kondisi kesiagaan  Pemprov DKI dan jajarannya dalam membantu dan melayani warga DKI yang terkena penularan virus corona.

Demikian diungkapkan Ketua APIB DKI Erick Sitompul di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Sebelumnya Anies bahkan telah mengeluarkan  instruksi sebagai langkah antisipasi  kepada seluruh  SKPD  DKI menyusul sehari sebelumnya Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi ada dua orang warga Depok yang terkena virus corona. Mereka tertulari virus itu dari seorang warganegara Jepang yang usai bepergian ke Malaysia.Menindaklanjuti pengumuman Jokowi, Anies langsung menyiapkan  Crisis Centre  Team secara lengkap berikut ambulan untuk penjemputan bagi warga yang terindikasi terkena virus yang sangat berbahaya tersebut.

Ini virus cukup mematikan dan sudah terbukti lebih 3.000 orang warga China Tiongkok dan negara lain meninggal hanya dalam waktu 2 bulan. Vaksin virus yang dikenal dengan nama Covid 19 ini juga belum ditemukan. Jadi memang langkah pencegahan yang tepat dan terkoordinasi  yang harus dilakukan  secara terpadu oleh pemerintahan pusat dan Propinsi DKI mengingat jumlah penduduk DKI sekitar 12 juta jiwa sangat rentan terkena virus ini,” kata  Erick didampingi Sekretaris APIB DKI Argo Dewanto.

Argo juga berharap Gubernur dan jajarannya segera menindak tegas kepada para distributor atau pedagang besar masker di Pasar Pramuka yang telah menaikkan harga kelewat mahal kepada warga. Bahkan mereka telah menjal berdos-dos marker kepada spekulan besar.

Akibatnya,  warga DKI yang membutuhkan, tidak bisa membeli secara eceran di apotek- apotek. Argo juga berharap Gubernur DKI dan aparat berwajib melakukan sidak dan menertibkan mall-mall di wilayah Jakarta yang membiarkan orang kaya memborong sembako dan perlengkapan consumer goods kesehatan secara besar-besaran. Akibatnya  warga menengah ke bawah tidak bisa lagi membeli dalam jumlah eceran.

“Jangan dibiarkan hal ini bisa memicu gejolak sosial dalam keadaan panik karena virus corona warga yang tidak berpunya dapat terpantik emosinya melihat keadaan ini,” ungkap Argo lagi.(bs)

Foto: Ketua APIB DKI Jakarta Erick Sitompul (kiri)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here