BANDUNG (Eksplore.co.id) – Dewan Pengurus Pusat Aliansi Profesional Indonesia Bangkit ( DPP APIB ) meminta Polri untuk mengungkap sampai tuntas, berdasar bukti hukum apa motivasi, dan siapa sebenarnya para pembacok ulama yang kembali marak. Tidak main mats dengan mengatakan pelakunya orang gila.

Setidaknya ada dua kasus yang hampir bersamaan. Yaitu Pembacokan terhadap Syech Ali Jabir di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020). Sebelumnya, pembacokan yang mengakibatkan meninggalnya imam Masjid Nuril Iman, Kelurahan Tanjung Rancing, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan M Arif pada Sabtu (12/9/2020).

“Coba perhatikan videonya penikam Syekh Ali Jaber sepertinya anak muda ini sudah terlatih biasa nyerang orang. Kami yakin pihak kepolisian tidak langsung percaya pengakuan orang tuanya bahwa putranya sudah 4 tahun gila,” kata Ketua DPP APIB Mayjen Purn Deddy S Budiman, kepada pers Rabu (15/9/2029) di BANDUNG.

Informasi yang beredar, bahwa dr RS jiwa Lampung tidak pernah ada nama tersangka jadi pasien, demikian juga pengakuan tetangganya, setahu mereka tersangka bukan orang gila.

Berbagai kasus pembunuhan dan pembacokan ustad di Jawa Barat pada medio 2018, dan kasus pemukulan ustad Umar Basri di Cicalengka 27 Januari 2018, Polisi menyatakan semua pelakunya orang gila.

Demikian juga pembunuhan ustad Prawoto di Cigondeah Bandung 1 Februari 2018. Pada 3 Februari 2018 santri Ponpes Garut Abdul diserang 6 orang ngaku orang gila. Pada 8 Februari 2018 ustad Sulaiman di Cigudeg bogor, dibacok orang gila juga.

“Kita berharap pihak kepolisian yang menangani perkara pidana ini dapat mengungkap kasus-kasus besar apalagi yang kasus terakhir terhadap ulama berpengaruh dan dikenal tidak punya musuh,” kata Deddy. Apabila kasus-kasus Pembacokan dan pembunuhan ini berujung kepada orang gila, hal ini patut diduga aparat sedang melakukan dagelan hukum.

Karena, kata Deddy, masyarakat akan sulit menerima kenyataan, kenapa orang gila hanya melakukan penganiyaan kepada ustadz/kiai. Sebelumnya, kenapa orang gila tidak ada yang melakukan penganiayaan kepada aparat hukum dan penguasa.

“Kok kasus penganiayaan terhadap ulama semua dilakukan orang gila. Apakah ini dagelan hukum, atau sedang main sinetron,” ungkap mantan Staf Ahli Panglima TNI ini. (bs)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini