Anggota Ombudsman Adiarnus Meliala meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) menciptakan inovasi dalam mengawasi para narapidana (napi) yang mendapat asimilasi dan integrasi dalam rangka mencegah penularan Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona).

JAKARTA (Eksplore,co,id)-Anggota Ombudsman Adiarnus Meliala meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) menciptakan inovasi dalam mengawasi para narapidana (napi) yang mendapat asimilasi dan integrasi dalam rangka mencegah penularan Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona).

Karena, program asimilasi dan integrasi itu tidak diiringi dengan dukungan anggaran dan sumber daya manusia (SDM) yang cukup.

“Satu orang pembina kemasyarakatan harus mengawasi 40 orang klien (warga binaan) asimilasi dan integrasi,” katanya pada Rabu (29/4/2020).

Persoalan tadi bisa diatasi dengan pembentukan grup WharsApp (WA) dengan para napi. Kebijkan ini telah ditempuh sejumlah Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Kebijakan tersebut hanya merupakan bentuk pengawasan paling sederhana, hal yang bisa dilakukan adalah dengan menggandeng kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan,” ucapnya.

Ombudsman mendorong Kemenkumham bisa memberikan tambahan anggaran dan SDM agar Bapas dapat menjalankan tugas dan fungsi secara baik.

Sebelumnya, Ombudsman telah melakukan rapat bersama Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Ditjen Pemasyarakatan dan Bapas seluruh Indonesia secara virtual pada Selasa (28/4/2020)

Pertemuan itu dilakukan gnna mengetahui persoalan yang dihadapi Bapas terkait 38.000 Warga Binaan Narapidana (WBP) yang memperoleh asimilasi dan integrasi sosial secara serentak.

Asesmen kepada seluruh WBP tidak berjalan maksimal akibat banyak WBP yang mendapat hak asimilasi dan integrasi secara serentak. Selain itu WBP tidak menyerahkan nomor telepon yang benar, sehingga pembina kemasyarakatan mencarinya dengan bantuan kepolisian dan kejaksaan. (mam)

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini