“BI masih menerapkan operasi moneter yang biasa di tengah kegentingan tersebut,” kata Ketua Banggar DPR MH Said Abdullah pada Minggu (3/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id)-Badan Anggaran (Banggar) DPR mengusulkan Bank Indonesia (BI) mencetak uang sebesar Rp600 triliun. Kebijakan ini bisa dilakukan sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 untik menangani dampak Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona).

“BI masih menerapkan operasi moneter yang biasa di tengah kegentingan tersebut,” kata Ketua Banggar DPR MH Said Abdullah pada Minggu (3/5/2020).

Operasi moneter yang biasa dilakukan BI seperti menetapkan suku bunga acuan, surat berharga negara (SBN), Giro Wajib Minimun (GWM), dan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudential (LPM).

Said mengemukakan peran BI dibutuhkan pemerintah menangani dampak Covid-19, karena pemerintah tidak sanggup menghadapi sendiri. Salahsatu peran yang dapat dilakukan BI adalah mencetak uang sebesar Rp600 triliun. “Kalau BI nyetak uang Rp 600 triliun, kemudian seakan-akan uangnya banjir, tidak juga,” ujarnya.

Perhitungan ini didasarkan inflasi yang diprediksinya hanya sekitar 5%-6% saja, bukan sebesar 50%-60%. Karena, selama ini pemerintah sudah menganggarkan penanganan Covid-19 sebesar Rp405 triliun. “BI diharapkannya sebagai the last resource, nyetak uang dong Rp600 triliun tapi dengan bunga 2,5%,” jelasnya. (mam)

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini