JAKARTA (Eksplore.co.id) — Saat ini 87% usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia masih tertinggal terhadap teknologi digital. Karena itu Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menerima dan kerjadama dengan pihak ketiga untuk membantu UMKM terlepas dari dampak covid-19.

“Saya beserta Kementerian Koperasi dan UKM selalu terbuka dengan kritik, catatan ataupun masukan konstruktif dari siapa pun, termasuk Saudara Farid Gaban,” tutur Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Menurut Teten, dalam membuka kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai pihak dilakukan dengan prinsip transparan, akuntabel, dan semata-mata demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air. Pertimbangannya, mengingat di Indonesia terdapat sekitar 64 juta UMKM. “Sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri,” kata Teten.

Pihak Kementerian, kata Teten, sudah dan akan terus membuka kerja sama dengan platform e-commerce, warung tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, maupun pihak terkait lainnya, baik online maupun offline, untuk memajukan UMKM di Tanah Air. Khusus dalam kolaborasi dengan platform e-commerce, tegas Kementerian menggunakan skema non-APBN.

“Saat ini kami tengah berkonsentrasi penuh membantu koperasi dan UMKM untuk melewati masa-masa pandemi covid-19. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa di antara UMKM yang bertahan, bahkan tumbuh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online,” ungkap Teten di kantornya, Selasa (26/5/2020).

Sampai saat ini terdapat lima platform e-commerce yang telah bekerja sama dengan KemenKopUKM dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia. Tidak hanya dengan Blibli, seperti diungkap Farid Gaban, namun juga dengan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak.

Teten pun mengutip laporan McKinsey (2018) yang mencatat sedikitnya ada empat keuntungan yang dihasilkan dari ekonomi digital. Pertama, keuntungan finansial melalui peningkatan penjualan. Kedua, penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi UMKM. Ketiga, keuntungan bagi pembeli dengan peluang menghemat 11-25% dari harga ritel. Keempat, kesetaraan sosial (social equality), yaitu kesempatan perempuan untuk beraktivitas dan memperoleh pendapatan melalui kegiatan di platform e-commerce. (ban)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini