JAKARTA (Eksplore.co.id) – Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengimbau masyarakat Jakarta untuk tidak panic buying menyusul masuknya virus corona ke Indonesia. Dia memastikan, stok pangan di Ibu Kota dalam kondisi aman.

“Kepada warga Jakarta kami mengimbau untuk tidak ikut panic buying. Kami pastikan stok pangan aman di Jakarta, karena Pemprov DKI Jakarta melalui OPD (organisasi perangkat daerah) terkait bersama BUMD Pangannya PT. Food Station Tjipinang Jaya, PD. Dharma Jaya, dan Perumda Pasar Jaya bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan pangan untuk warga Jakarta,” ujar Arief dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/03/2020).

Kebutuhan pangan bagi warga Jakarta sampai saat ini tercukupi. Kebutuhan pangan segar (beras, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam, daging sapi, ikan, buah buahan dan sayuran) serta pangan pabrikan seperti gula pasir, minyak goreng, makanan olah instan seperti mie instan dan aneka ragam olahan kue dan roti dipastikan tersedia di Jakarta.

Aneka rupa pangan tersebut, stoknya tersedia di BUMD Pangan milik Pemprov DKI Jakarta. Pasokan pangan segar juga dipastikan akan terus mengalir di Pasar Induk Buah dan Sayur
Kramatjati. DI samping itu, pasokan beras juga akan terus stabil di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

“Saat ini stok beras yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang 31 ribu ton (2/3). Dan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan beras di Jakarta,” tegas Arief.

Food Station selaku BUMD Pangan bersama Bulog DKI Jakarta dan Banten juga selalu siaga dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Jika diperlukan, beras cadangan ini sewaktu-waktu bisa dikeluarkan.

“Kami juga terus melakukan pengawasan terhadap harga pangan dan stok beras yang ada di pasar tradisional maupun di pasar modern di wilayah DKI Jakarta,” kata Arief.(ps)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here