Oleh Purwanto Wijoyo*

SAAT ini terjadi penurunan yang signifikan di bisnis properti. Walaupun di level bawah masih jalan. Thimik-thimik (pelan-pelan).

Sejatinya yang turun adalah daya beli. Bukan kebutuhan. Karena kebutuhan tetap tumbuh seiring pertumbuhan demografi. Yang saya maksud properti sub sektor perumahan. Bukan perkantoran atau ruang usaha.

Jadi, sekarang saatnya untuk menancapkan branding. Orang mau beli rumah mikirnya berbulan-bulan.

Penjualan yang tinggi belum waktunya. Tunggu pandemi covid-19 mereda. Efek psikologisnya yang mereda. Dan tanda-tanda itu sudah tampak. Orang lalu lalang tidak takut covid-19. Walaupun itu diprihatinkan kalangan medis.

Anggap saja kebutuhan rumah 1 juta unit per tahun. Analisis sederhana, di saat pandemi hanya 200k unit terjual. Itu berlangsung 2020 & 2021. Maka, 2022 kebutuhannya 1 juta + 800k + 800k = 2,6 juta unit rumah.
Siapkan dari sekarang dagangan anda. Akhir tahun ini atau awal tahun depan akan booming. Akibat kebutuhan yang realisasinya tertunda. Seperti orang ngampet kangen. Salam dari manajenen Pandak Carani Madani.

Bantul, 6 Januari 2021

*pengembang, Direktur PT Biru Gapala Inovasi

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini