UNTUK berubah, kadang dengan cara kekerasan. Belajarlah dari cukilan sejarah, Bandung Lautan Api.

Lima hari setelah kemerdekaan, tepatnya pada 22 Agustus 1945 dibentuklah BKR, kemudian pada 5 Oktober 1945 BKR bermetamorfosa menjadi TKR (embrio dari KNIL, PETA, HEIHO dan SEINENDAN).

Satu Minggu berikutnya datang tentara sekutu ( Inggris dan segelintir Belanda ), bertujuan melucuti tentara Jepang, membebaskan tawanan Belanda dan mau tegakkan keamanan dan ketertiban dari perusuh orang orang Indonesia.

Dengan kekuatan senjata yang tak sebanding BKR menyerang tentara sekutu yang bermarkas di Bandung Utara, tak terkecuali hotel Savoy Homan dan Hotel Prianger.

Akibat dari serangan TKR yang terus menerus, Tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum untuk pengosongan penduduk Bandung Utara dan Bandung Selatan.

Perdana Menteri Sutan Sahrir yang ingin menampilkan pemerintah Indonesia yang beradab dan cintai damai, memerintahkan kolonel Nasution untuk segera mengosongkan Bandung, dengan meminjamkan 100 truk dari tentara sekutu guna mengangkut penduduk.

Sebagai Perwira profesional
Nasution taat kepada perdana menteri, namun menolak bantuan 100 truk itu dan memutuskan mengosongkan Bandung dengan menjadikan Bandung Lautan Api dengan tujuan agar tentara sekutu tidak bisa memanfaatkan fasilitas yang ada.

Peristiwa ini merambat sampai ke Depok dan Jakarta, yang ikut membumihanguskan apapun fasilitas yang berbau Belanda.

Tak ada yang betul-betul suci dan terlepas dari berbagai anarkis dalam revolusi di Indonesia (Lambert Giebels).

Begitu kompak, bersama dan bersatunya TRI / TNI dan rakyat Jawa Barat, sehingga ada adagium “TNI /Siliwangi adalah rakyat Jawa Barat dan Rakyat Jawa barat adalah TNI /Siliwangi”.

Pada suatu saat terwujudlah Bendungan Jati Luhur yang berperan besar dalam menciptakan Lumbung Pangan Jawa Barat.

Namun kini, bendungan itu melemah lebih sepertiga dari kemampuan sebelumya akibat terganjal oleh pembangunan infrasturktur jalan tol.

Masih adakah …
Semangat Halo Halo Bandung di dadamu?
Mari kita bangun kembali dan kita ujudkan semangat itu dengan kerjasama dan toleransi yang baik dan kokoh antara Pemerintah, TNI, POLRI dan Rakyat Jawa Barat, tak terkecuali KAMI JAWA BARAT yang akan diDEKLARASIkan di Gedung Sartika Bandung ,Senin 7 September 2020 nanti. Merdeka !

Bandung, Kamis, 3 September 2020

*Sugengwaras, purn TNI, mantan Prajurit Siliwangi

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini