DEPOK (Eksplore.co.id) – Walaupun sudah banyak prediksi, namun tidak ada yang dapat memastikan kapan pandemi covid-19 akan berakhir. Dampaknya, di-PHK, Work From Home (WFH), kehilangan penghasilan, tabungan tergerus hingga harus ngutang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Berjaga-jaga dari kemungkinan yang terjadi tersebut, penggiat digital marketing Iko Musmulyadi bersama lebih dari 250 orang dari berbagai daeraj di Indonesia mendeklarasikan ‘Gerakan Keluarga Menanam Sayuran, Ayo Berkebun di Rumah’. Mengapa menanam sayur dan berkebun?

Iko mengatakan, dunia khawatir keamanan pangan terganggu karena karantina telah memperlambat panen dan distribusi beberapa bahan pangan. “Pandemi menyadarkan kita semua, bahwa kegiatan menanam dan berkebun adalah keahlian bertahan hidup yang paling penting dan genting, terlebih saat situasi berubah menjadi darurat,” tandasnya.

Dia meyakini gerakan yang sederhana ini sangat mudah dilakukan oleh semua keluarga di pekarangan rumah masing-masing. Namun, memiliki dampak yang luar biasa dalam upaya mengantisipasi krisis global dan menjaga ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan nasional bermula dari ketahanan pangan keluarga,” kata alumnus Fakultas Pertaniian Universitas Andalas, Padang ini.

Deklarasi dilakukan dalam Webinar bertajuk ‘Strategi Bertahan dengan Penghasilan Harian dari Internetan’ yang diadakan Wafipreneur dan Agrowakaf pada Ahad (10/5/2020). Seminar online yang menggunakan aplikasi Google Meet ini menghadirkan narasumber tunggal Iko Musmulyadi dan moderator co-founder Agrowakaf Ardi Wardianto.

Menurut Iko, gerakan menanam sayuran di rumah itu juga bisa membuka peluang bisnis baru, yaitu menjadi reseller benih sayuran. Untuk menyebarluaskan gerakan menanam sayuran di rumah, Iko pun mengadakan tutorial bisnis online gratis melalui jaringan 1M Business Coaching (1M-BC). Peserta dibuatkan toko inline gratis. Jadi orang tinggal memasarkan ke setiap jaringan yang miliki secara online. “Lewat 1M-BC peserta akan diajari bagaimana menguasai ilmu dan skill digital marketing,” tutur mantan direktur operasional Istana Mulia Santripeneur Academy di Anyer ini.

Iko mengungkapkan pengalamannya berbisnis secara online. Dalam wakktu 8 bulann  mampu menjual lebih dari 25 ha tanah kavling. Omzet jualan benih sayuran mencapai Rp250juta dalam tempo 2 pekan. Di sela-sela itu, bapak dari 7 anak ini mampu menjual 5 ribu eksemplar buku dalam waktu sebulan saja. Semua dilakukan dari rumahnya di kawasan Cilodong, Depok.

Menurut Iko, kuncinya adalah adanya strategi dan manajemen yang tepat agar sosial media yang kita kelola bisa berkembang secara efektif. “Dan menjadi sarana untuk branding dan mengelola bisnis kita,” tuturnya menyudahi webiinar.

Shandy Septian, wirausaha dari Padang Pariaman, peserta webinar, mengaku selama 10 hari bergabung sebagai reseller benih sayur Agromulya berhasil memperoleh pendapatan hingga Rp4 juta. “Saya baru menjalani bisnis ini sekitar 10 hari dan alhamdulillah mendapatkan penghasilan harian total sudah Rp 4 jutaan,” katanya. (ban)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here