SURAKARTA (Eksplore.co.id) –  Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsekal Muda TNI Tatang Harlyansah SE MM berharap para prajurit TNI dapat bertindak secara profesional, militan, juga inovatif. Hal itu diungkapkan Tatang pada upacara  Pembukaan Pendidikan Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier (Semaba PK) TNI AU Angkatan ke-45, di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Solo, Minggu (2/2/2020).

Marsda TNI Tatang Harlyansah berharap,  semua siswa yang ikut pendidikan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan militer yang serba tertib, teratur dan disiplin. “Siapkan mental dan fisik kalian, agar dapat melaksanakan pendidikan yang telah diprogramkan serta untuk mencapai hasil didik yang berkualitas serta memiliki sikap profesional, militan, dan inovatif,” katanya.

Sebelumnya dia mengucapkan selamat atas keberhasilan para siswa lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan di Skadron Pendidikan 403 Lanud Adi Soemarmo. Rencananya, pendidikan berlangsung selama lima bulan.

Menurut Dan-Kodiklatau, pendidikan pertama prajurit berpangkat bintara pada hakekatnya merupakan investasi sebagai salah satu upaya organisasi dalam mencetak sumber daya manusia TNI Angkatan Udara (AU) yang handal dan profesional. Melalui pendidikan ini diharapkan dapat menghasilkan kualitas SDM yang baik sekaligus mencetak prajurit TNI-AU yang dapat menjawab tantangan tugas di masa mendatang.

“Mulai saat ini, kalian telah memasuki kehidupan militer, sehingga kalian akan ditempa, digembleng dan dididik sesuai program pendidikan yang telah disiapkan guna mengubah sikap mental menjadi seorang prajurit TNI yang berbeda dari sikap sebelumnya,” tegas Dankodiklatau.

Pendidikan Semaba PK TNI AU Angkatan ke-45 akan dilaksanakan selama lima bulan, diikuti sebanyak 324 siswa. Pendidikan dilaksanakan di Skadik 403 Lanud Adi Soemarmo Surakarta. Hadir pada upacara tersebut, antara lain Danlanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb Adrian P. Damanik, ST MM dan Komandan Depohar 50 Budi R Leman.

Seusai upacara pembukaan dilanjutkan dengan tradisi pemotongan rambut dan penyiraman air bunga oleh Dankodiklatau kepada perwakilan siswa diikuti pejabat yang hadir. Selanjutnya penyiraman massal kepada prajurit siswa, serta tradisi cinta tanah dengan mencium bendera merah putih.(taufiq zuliawan)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini