Karya: Muhammad. Zulvan
Merayu hati
Menyelam jiwa
Melambai bagai daun kering
Menuju bumi bergugur
Biar mata ini memerah
Biar hati ini berdarah
Tak terperikan
Terluka hati cinta
Kasih yang tiada dua
Sayang tiada banding
Merana diri
Mau kemana?
Hendak kemana
Jadi nestapa bagai
Daun merana gugur
Kuingin…
Kuingin kau kuatkan
Kuingin…
Kuingin kau ada di sini
Membelai
Menyejukkan hatiku
Memahami naluri
Naluri anakmu
Yah…anakmu
Yang kadang… membuatmu terluka
Andai saja…
Andai saja kau tahu
Betapa daun layu
Kering merana
Menanti kasih
Cinta dan sayang abadi
Susun jemariku
Menengadah
Meminta dan memohon
Meneriakkan gema
Getaran asa memanggil
Bunda bundaku
Lihat dan dengarlah
Aku anakmu
Aku hatimu
Aku di sini
Bersama kuatku
Daun kering
Merindumu
Daun kering
Tiada arti ini
Menjerit jika saja
Jika hatimu terluka
Sirnakan
Aku daun kering
Daun yang mencoba tegar
Meraih mimpi
Tangan lemah
Tapi mencoba tegar
Semua demi bundaku
Aku daun kering
Mencoba menjadi pelindung
Meski tidak sempurna
Aku…
Aku daun kering
Bisakah bermakna
Tidak kini, esokpun jadi
Doa,,doa dan doa
Menemani setiap langkah sayu
Sebagai fatwa kiriman
Dari sang tersayang
Yah…
Aku cuma daun kering
Terkulai di atas hati
Tetlelap dan bangun lagi
Meraih impian
Yang terwujud
Jika saja mungkin
Bundaku daun kering ini
Semoga bermakna
Segar dan tegar
Biar tumbuh lagi
Tumbuh hanya untukmu…
Padang Panjang, Sumbar April  2018
Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini