PADA saat mendapat serangan stroke yang ketiga, istri Betty Irawatih Putih sedang berada di Korea Selatan. Mengikuti wisata bersama Milagros. Sebagai hadiah atas pengabdiannya selama ini. Ditemani anak satu-satunya Muhammad Akbar Mahidin, saya dirawat di lantai 5, gedung A Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo. Saya bilang kepada anak, tidak usah di beri tahu bundanya. Bahwa ayah dirawat di RS. Biar bundanya selesaikan program jalan-jalannya hingga akhir. Nanti jemput dan langsung bawa ke RS.

Setelah tujuh hari dirawat, menurut Prof Teguh Ranakesumah, dokter yang merawat, saya sudah boleh pulang. Sumbatan darah di batang otak telah terbuka. Tetapi tungkai kaki dan tangan kanan sulit untuk digerakkan. Untuk memegang sebuah benda saja, tidak mampu. Apalagi untuk mempergunakannya. Selama dirawat banyak sahabat yg datang berkunjung. Antara lain. Fahmi Idris dan Ibu Yeni Fatmawati, Tjarda Muchtar (mantan direktur Jamsostek), Mustafa Adibs dan Nyonya Yurisa Martanti.

Setelah pulang, saya lebih banyak berdiam diri di rumah. Paling dua kali seminggu ke RSCM untuk terapi. Dan itu saya tidak pernah bosan melakukannya. Apalagi saat ada tenaga asing yang melakukannya. Sementara di RSCM terapi rutin dengan Ratna dan kawan-kawan. Pengobatan lainpun saya coba. Seperti Akupuntur, pijat syaraf, strum listrik.

Sementara istri kerja di Milagros. Setiap hari menjelaskan tentang kebutuhan manusia akan air minum. Milagros dg PH 9.8 bukan buatan mesin. Sangat bagus untuk menjaga kesehatan. Istri keliling Jawa, Sulawesi Tengah, Lampung dan Kalimantan Barat. Dan setiap tiga bulan mendapat reward ke luar negeri dibiayai oleh Milagros. Ke Beijing, Itali, Belanda, Paris, Shanghai, Thailand.

Februari 2018, saya mulai perjalanan pertama keliling dunia dengan Milagros. Itu hasil kerja keras. Untuk mengubah keadaan agar dapat berangkat dg keluarga. (lihat. QS. Ar Ra’d [13] : 11). Istri mendapatkan tiga tiket reward dari Milagros. Saya(Abu Hanifah), anak (Akbar) dan istri (Betty). Mulai berangkat bareng menuju Spanyol. Kota Madrid, kita menapakkan kaki. Dan dari kota Barcelona kita meninggalkan Spanyol. Ke mana-mana kursi roda selalu bersama dan didorong anak.

Yang lebih mengejutkan. Setiap kali mau berangkat, para tour leader membagi kaos empat lembar, dan satu koper untuk setiap peserta. Selama di kota tujuan, kita diinapkan di hotel bintang empat. Setiap hari makan tiga kali sehari dengan berganti-ganti restoran. Semuanya telah dibayar perusahaan. Begitu juga bila masuk ke sebuah tempat pertunjukan, kita tidak mengeluarkan uang, alias gratis. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan. (QS. Ar Rahman [55] : 13).

Walau pun saya termasuk kelompok dispalitas (karena kursi roda), tidak mau kalah dengan orang normal soal jalan-jalan keliling. Spanyol, Turki, Shanghai, Johor Baru, Korea Selatan, Malaysia, Dubai, Penang, Thailand. Bahkan ada dua negara yg di kunjungi dg obyek wisata dan kota yg berbeda. Dengan menjadi anggota Milagros kita akan mendapatkan bonus mingguan, bulanan, tiga bulanan (wisata) dan bonus tahunan. Ilmunya sangat mudah. Cukup mengajak orang seramai-ramainya untuk minum Milagris dengan PH alami 9.8. Mengajak org ut hidup sehat, salah satu bentuk syukur kita. Maka Allah Swt akan menambah nikmat kita. (lihat. QS, Ibrahim [14] : 7).

Salam dari Mutiara Baru.

*abu hanifah, mantan staf khusus Menteri Perindustrian Fahmi Idris

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini