DEPOK (Eksplore.co.id) – Selama sepekan ini kompleks Perumahan Pondok Sukatani Permai (PSP) mengadakan penyemprotan  (fogging) disinfektan secara bergiliran. Salah satu alasan diadakan fogging karena sebelumnya beredar isu di kompleks perumahan tersebut terdapat kasus pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19).

“Ini sebagai salah satu langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran virus corona di kampung kami,” kata Ketua Rukun Warga (RW) 015, PSP, Kelurahan Sukatani, Tapos, Depok Haji Martin Erwan, Selasa (30/3/2020). Diakuinya, pada pertengahan Maret laku sempat beredar data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan  Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Data itu menyebutkan ada 27 kasus PDP yang menyebar di berbagai kelurahan di Depok. Di urutan 27 itu menunjukkan PDP terdapat di Jalan Bisbol 3, RT.006/RW.015. Tapi belakangan data itu dibantah oleh Dinas Kesehatan Kota Depok.

Fogging di PSP sebagian dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Depok, seperti di RW.20. RW lainnya diadakan secara mandiri karena terlalu lama menunggu giliran. “Kami memilih secara mandiri biar cepat,” kata Martin Erwan, di sela-sela penyemprotan, Selasa (31/3/2020).

Khusus di RT.006/RW.015, fogging malah dilakukan dobel. Secara mandiri maupun mendapat bantuan dari Polsek Cimanggis dibantu Kelurahan Sukatani, dan Koramil Cimanggis. Sebab, di lingkungan RT.006 tetdapat seorang pejabat Propam Polda Metro Jaya. “Ya, kami memang khawatir karena ada isu PDP di tetangga kami,” tutur Yulianingsih, warga Jalan Bisbol 3, yang bertugas di Polda Metro Jaya.

Kabar terakhir , terdapat korban meninggal karena positif Covid-19 di dekat PSP, yaitu Perumahan HBTB, tepatnya di RT.02/RW.12, Kelurahan Sukatani. Sedangkan, data Covid-19 Kota Depok yang dirilis Walikota Muhammad Idris pada 30 Maret menunjukkan, 18 orang meninggal, 312 PD dan 1.114 Orang Dalam Pengawasan (ODP). Dari jumlah ODP tersebut, 202 sudah selesai dan 912 masih dalam pemantauan.

Ketua RT.06/RW.15 Jumari menambahkan, warganya hanya seorang yang harus dirawat di rumah sakit. “Tapi terkena demam berdarah dengue, bukan virus corona,” ujarnya.

Tak salah jika Idris mengusulkan diadakannya lockdown (penutupan wilayah) Depok. Sejumlah kota juga sudah lebih dulu menerapkan isolasi. (bs3)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here