JAKARTA (Eksplore.co.id) – Ini gebrakan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto yang baru dilantik 8 Mei 2020 lalu. SMK akan menempuh pendidikan dari tiga tahun menjadi empat tahun.

Dengan demikian sekolah menengah kejuruan (SMK) bisa disetarakan dengan program diploma 1 atau 2. “Dalam waktu dekat, kami akan berinovasi dengan mengubah SMK menjadi empat tahun atau setara dengan diploma satu atau diploma dua. Terutama untuk program studi tertentu,” tutur Wikan Sakarinto.

Dengan lamanya pendidikan SMK selama empat tahun, kata Wikan, seperti dikutip Antara dari sebuah webinar, Rabu (10/6/2020), maka siswa memiliki cukup waktu untuk mendapatkan bekal sebelum terjun ke dunia usaha dan dunia industri.

Siswa SMK juga diwajibkan mengikuti program praktik kerja di industri. Jika  tidak mengikuti praktik kerja, maka siswa belum bisa diluluskan. “SMK dirancang empat tahun dan begitu lulus, siswanya bisa langsung kerja di industri,” kata mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM ini.

Sebelumnya, Wikan melontarkan pernyaraan bahwa SMK dan sekolah vokasi harus ‘menikah’ dengan industri atau dunia kerja. Itu sebabnya, kurikulum SMK juga harus disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kurikulum diharapkan dapat membangun kemampuan teknis dan kemampuan nonteknis siswa. Sehingga bisa menjadi lulusan yang fleksibel dan mampu bekerja di berbagai industri.

Sejumlah upaya dilakukan Kemendikbud untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK, mulai dari kerja sama dengan industri, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, praktik kerja di industri, hingga penyusunan kurikulum bersama industri.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan rebranding SMK, sehingga semakin banyak yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK. “Terutama siswa SMP dan para orang tua siswa SMP. SMK harus dikenalkan secara baik kepada mereka,” kata Wikan.

Menurut alumnus Fakultas Teknik UGM ini, calon siswa SMK atau mahasiswa vokasi, harus yakin dan memiliki ‘passion’ ketika memilih jalur pendidikan vokasi. “Sehingga, kekuatan keyakinan dan passion tersebut akan menimbulkan kecintaan dan perasaan bahagia ketika menjalani proses pembelajaran dan akan memiliki kompetensi saat lulus,” tuturnya. (BS)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini