"Kita sedang menyiapkan sebuah regulasi melalui Dinas Indag, jika mereka (mal) ada kesempatan untuk buka tetap ada protokol kesehatan terus ditegakan," kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie pada Sabtu (23/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Tangsel segera membahas tentang skenario ‘new normal’ untuk mal dan pasar. Sebelumnya, manajemen mal dan pasar diminta menerapkan protokol kesehatan dahulu.

“Kita sedang menyiapkan sebuah regulasi melalui Dinas Indag, jika mereka (mal) ada kesempatan untuk buka tetap ada protokol kesehatan terus ditegakan,” kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie pada Sabtu (23/5/2020).

Dengan demikian masyarakat diharapkan tidak bersikap sama dengan sebelum masa pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona) pada saat beraktivitas di mal atau pasar.

Mal diminta membuat jarak sekitar satu meter dengan sebuah garis untuk jarak antre di kasir dan memasang CCTV.

Pemkot Tangsel juga meminta pihak mal menyediakan pengeras suara untuk mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat berbelanja. Pengunjung dilarang berkerumun. “Harus begitu sekarang. Itu harus dengan ketekunan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mewacanakan istilah ‘new normal’ (hidup normal) versi baru. New normal menitikberatkan perubahan budaya masyarakat untuk berperilaku hidup sehat di tengah pandemi Covid-19.

Saat itu beberapa sektor kegiatan akan dibuka kembali seperti mal pada 8 Juni 2020. (mam)

 

 

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here