Penetapan harga ayam lokal tidak otomatis Rp26,96 miliar dibagi 35.000 ekor atau sebesar Rp770.000 per ekor.

JAKARTA (Eksplore.co.id)-Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan penghematan anggaran dari pagu semula Rp2,022 triliun menjadi Rp1,21 triliun.

Kebijakan ini diklaim telah sesuai penghematan anggaran di Kementan dan undang-undang (UU).

“Pemotongan anggaran ini meliputi belanja perjalanan dinas, pertemuan, dan belanja barang lainnya secara proporsional,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita pada Sabtu (02/05/2020).

Penghematan dilakukan Ditjen PKH untuk mendukung prioritas kegiatan dan penanganan coronavirus disease 2019/Covid-19 (Virus Korona) dengan memfasilitasi bantuan sapi, kambing, domba, ayam, dan babi.

Sementara itu penetapan harga ayam lokal tidak otomatis Rp26,96 miliar dibagi 35.000 ekor atau sebesar Rp770.000 per ekor.

Namun, anggaran itu terdiri dari beberapa komponen kegiatan lain yakni pengadaan 35.000 ayam lokal senilai Rp2,02 miliar dan hibah ayam produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahun 2020 senilai Rp3,96 miliar.

Bantuan tersebut akan didistribusikan ke 22 kabupaten di 11 provinsi dengan beberapa komponen pengadaan.

  1. Rincian Distribusi UPTD Untuk UPTD, dialokasikan di empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung, dan Gorontalo dengan harga satuan per ekor Rp55.525.

Rincian nominal itu adalah, biaya ayam lokal umur empat minggu dan distribusinya Rp30.000, pakan 2,5 kilogram (kg) dengan harga per kg Rp 7.000, sehingga total harga pakan Rp17.500 selama dua bulan.

Bantuan obat Rp1.500, bantuan biaya perbaikan kandang Rp2.500, serta operasional pendampingan dan bimbingan teknis Rp 4.025.

  1. Rincian Alokasi untuk kelompok peternak Alokasi untuk kelompok peternak dilakukan di tujuh provinsi, yakni Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Aceh, Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Barat (Kalbar) dengan harga satuan per ekor Rp58.538.

Rinciannya adalah, biaya ayam dan distribusi Rp30.000, pakan 2,5 kg dengan harga per kg Rp7.000, sehingga total harga Rp17.500 selama dua bulan.

Kemudian, bantuan obat Rp 1.500, bantuan pembuatan kandang Rp4.400, serta operasional Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk pendampingan dan bimbingan teknis Rp5.138.

  1. Rincian Hibah Ayam Day Old Chicken (DOC) Hibah Ayam Day Old Chicken (DOC) Sembawa dan Kampung Unggul Balitbangtan atau ayam KUB produksi Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan ternak (BPTU-HPT) memberikan Sembawa kepada kelompok ternak senilai Rp3,96 miliar dengan rata-rata harga satuan per ekor Rp36.538.

Untuk pakan, jumlahnya 4,27 kg dengan harga Rp7.000 per kg, sehingga total harga Rp29.900 yang diberikan selama tiga bulan. Bantuan obat adalah Rp1.500 dan Operasional CPCL, pendampingan, dan bimbingan teknis Rp5.138.

Sementara itu kegiatan penyelesaian sisa kontrak pekerjaan Program Bekerja Tahun 2019 senilai Rp20,98 miliar di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Penyelesaian kontrak sisa pekerjaan Kegiatan Bekerja tahun anggaran 2019 di Gorontalo dan Sultra adalah Rp20,98 miliar.

Anggaran itu dilaksanakan Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk disalurkan ke Gorontalo dan BPTU-HPT Denpasar, Bali ke Sultra. Pengadaan ternak babi Ditjen PKH juga akan memberikan bantuan paket ternak 550 babi kepada kelompok ternak dengan total anggaran Rp5,03 miliar ke Papua, Kalbar, dan Sulawesi Utara (Sulut).

“Satuan biaya paket bantuan untuk Papua dengan wilayah lain tentu berbeda, karena faktor geografis dan tingkat kesulitan dalam pendistribusian, termasuk alat angkut,” ujarnya.

Satuan biaya yang dimaksud yakni untuk pengadaan ternak babi di wilayah Papua, dengan harga Rp13.115.000 per ekor. Kemudian, untuk biaya ternak babi dan distribusi adalah Rp10 juta. (mam)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here