“Ada sanksi saja dilanggar, ini kita perlu sanksi," kata Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI-P Jhonny Simanjuntak, Selasa (2/6/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan 11 sektor usaha tidak menjalankan kegiatan terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan ini untuk memutus penyebaran dan penularan Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona).

Namun, kegiatan ekonomi melambat akibat pelarangan tidak semua sektor usaha bisa bergerak. Padahal, tanpa pelarangan itu kegiatan ekonomi tidak berjalan normal akibat banyak perusahaan tidak memproduksi barang dan jasa akibat tidak terdapat permintaan kedua jenis layanan tersebut.

Sebanyak jutaan warga di DKI Jakarta bakal jatuh miskin akibat tidak punya penghasilan akibat pelambatan ekonomi terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona). Jadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat fokus memilihkan industri yang terpengaruh pandemi tersebut.

“DPRD DKI meminta Pemprov DKI fokus dalam perbaikan ekonomi melalui beberapa hal seperti stabilisasi harga pasar, bantuan sosial kepada warga terdampak, serta pelatihan pendidikan non-formal UMKM,” kata Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Yudha Permana saat Rapat Paripurna DPRD terkait rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) APBD DKI 2019 pada Selasa (19/5/2020).

DPRD  DKI berharap ekonomi tetap dapat ditingkatkan Pemprov DKI Jakarta pada 2020, walaupun kasus Covid-19 masih terus menanjak di wilayah tersebut.

Sekedar infornasi, sebanyak 6.053 kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta sampai 19 Mei 2020.  Dari jumlah itu sebanyak 1.417 orang dinyatakan sembuh, 487 orang meninggal dunia, 1.936 pasien menjalani perawatan di rumah sakit (RS), dan 2.213 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Pemprov DKI, Gugus Tugas DKI, menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa Jakarta akan menambah PSBB selama 14 hari mulai 22 Mei 2020 sampai 4 Juni 2020,”  kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini